BANTUL - Libur panjang kenaikan Yesus Kristus berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan ke pantai selatan (pansela) Bantul. Termasuk di kawasan pansela bagian barat yang biasanya sepi.
Koordinator TPR Pantai Samas-Pandansimo Suta Akhir mengatakan, hari biasa Rabu (13/5) kunjungan wisatawan hanya 230 orang. Kunjungan meningkat pada Kamis (14/5) dengan 1.284 wisatawan. "Kunjungan paling ramai kemarin ke Pantai Baru 345 orang," jelasnya Jumat (15/5).
Wisatawan, kata dia, memilih berwisata ke pantai barat Bantul untuk mencicipi kuliner seafood. Kendati demikian, tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat dan diperkirakan puncaknya pada Minggu (17/5).
Baca Juga: PPPK Sleman Ditemukan Tewas dengan Sayatan di Leher, Polisi Sebut Tak Ada Sidik Jari pada Pisau
Wisatawan yang ke pansela barat Bantul pun rata-rata masih sering menggunakan uang tunai untuk pembayaran tiket. Contohnya hari pertama libur panjang, ada 845 wisatawan yang membayar tunai. Sedangkan 439 wisatawan lainnya menggunakan cashless. "Kebanyakan memang pakai uang cash, karena QRIS kadang lama muter-muter," sebutnya.
Wisatawan Klaten, Jawa Tengah, Sumarni, 49, mengaku, datang ke Pantai Baru untuk menikmati kuliner seafood. Sebab menurutnya, pilihan olahan makanan laut di Pantai Baru lebih beragam. "Sekalian juga ke rumah saudara di dekat sini," katanya.
Baca Juga: Rumah Warisan Budaya Dr Sardjito Bakal Dijual, Ini Respons Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo
Sementara itu, Koordinator TPR Pantai Parangtritis-Depok Rohmad Ridwan mengatakan, kunjungan wisatawan juga turut meningkat pada Kamis (14/5). Jika hari biasa hanya sekitar 2.000 sampai 3.000, melonjak menjadi 8.094 wisatawan. Kunjungan terbanyak tetap berada di Pantai Parangtritis yang menjadi destinasi favorit.
Terpisah, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata Januari-April tahun ini mencapai Rp 7.340.439.000. Dengan total kunjungan 507.922 orang. "Baru 25 persen dari target PAD 2026 yang mencapai Rp 28.995.373.000," rincinya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita