BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20 juta untuk kebutuhan awal droping air bersih. Tujuannya untuk mengantisipasi musim kemarau panjang.
"Perkiraan anggaran tersebut bisa mencukupi distribusi sekitar 400 tangki air," jelas Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol Jumat (15/5).
Baca Juga: Video Gengster yang Viral di Magelang Ternyata Rekaman Lama, Gabungan dari Beberapa Kejadian
Meskipun telah menyiapkan anggaran untuk droping air, ia mengaku belum ada permintaan. "Persiapan tetap kami lakukan untuk menghadapi kemungkinan dampak El Nino,” tegasnya.
Dia menyebut, persiapan untuk menghadapi musim kemarau sudah dilakukan sejak April. BPBD Bantul juga telah bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan, Geofisika (BMKG) untuk memetakan potensi dampak El Nino.
"Sekaligus memperkuat langkah mitigasi di sejumlah sektor," terangnya.
Baca Juga: Darurat Miras, AMM dan GMNU Kulon Progo Bersatu Mendesak Pelarangan Total
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, dampak dari adanya fenomena El Nino bukan hanya berkurangnya ketersediaan air bersih. Namun potensi kebakaran dan gangguan kesehatan juga bisa meningkat.
Maka dari itu, pihaknya telah melakukan pencegahan. Mulai dari menyebarkan surat edaran kepada masyarakat dan kelompok tani agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"Cara ini saya kira bisa mengurangi risiko kebakaran yang lebih luas saat kondisi cuaca kering," katanya.
Baca Juga: Darurat Miras, AMM dan GMNU Kulon Progo Bersatu Mendesak Pelarangan Total
Pihaknya juga telah menyiapkan personel jika sewaktu-waktu terjadi kekeringan ekstrem untuk terjun ke lapangan dalam membantu warga.
BPBD Bantul juga telah memetakan kawasan yang rawan kebakaran saat musim kemarau. Yakni di Kapanewon Pleret, Imogiri, Pundong, dan Kretek.
"Daerah itu menjadi perhatian khusus berdasarkan pengalaman kejadian tahun sebelumnya," jelasnya.
Kapanewon Imogiri dinilai menjadi wilayah yang termasuk dalam tingkatan kebakaran cukup tinggi saat musim kemarau berlangsung lama. "Saya harap warga bijak dalam menggunakan air bersih dan bisa meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran," pintanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita