Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

40 Adegan dalam Rekonstruksi Pengeroyokan Ilham di Bantul Ungkap Kesadisan Para Tersangka, Gunting sampai Patah, Mata Dibuka dan Kemaluan Disundut Rokok

Cintia Yuliani • Selasa, 12 Mei 2026 | 21:20 WIB
SADIS: Para tersangka sedang melakukan rekonstruksi kasus pengeroyokan Ilham Dwi Saputra, 16, di Mapolres Bantul, Selasa (12/5). (Dok. Polres Bantul)
SADIS: Para tersangka sedang melakukan rekonstruksi kasus pengeroyokan Ilham Dwi Saputra, 16, di Mapolres Bantul, Selasa (12/5). (Dok. Polres Bantul)

 

BANTUL - Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan sadis terhadap Ilham Dwi Saputra, 16, yang mengakibatkan meninggal satu bulan lalu. Reka ulang yang dilakukan di Mapolres Bantul, Selasa (12/5) ini memperagakan sedikitnya 40 adegan.

"Lokasi reka ulang dipindahkan dari TKP asli di kawasan Pandak ke Mapolres Bantul demi menjamin keamanan dan kondusivitas selama proses berlangsung," terang Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Selasa (12/5).

Rekonstruksi dimulai saat tersangka utama JMA alias Jontor membawa korban ke tengah lapangan dan dikeroyok secara masif oleh kelompok tersangka. Korban dipukul berulang kali oleh para tersangka JMA, RAR, ASJ, AS dan SGJ di bagian wajah, perut, kepala, dan dada hingga jatuh terlentang kesakitan.

"Tersangka JMA menusuk paha dan tangan korban berkali-kali menggunakan gunting hingga alat tersebut patah," jelasnya. Tersangka YP alias Bogel dan AS alias Kodom memperagakan adegan menabrakkan motor ke tubuh korban.

Baca Juga: Dugaan Pelecehan Berujung Pembunuhan, Pria di Magelang Hajar Rekan Kerja Tunangan hingga Tewas  

Bahkan, pelaku secara sengaja mengangkat roda depan motor dan melindas leher korban sebanyak tiga kali. "Tersangka AS alias Kodom memperagakan adegan menyundutkan rokok ke arah kemaluan korban," bebernya.

Mata kanan korban juga dibuka paksa, lalu disundut dengan rokok yang masih menyala. Hingga detik-detik terakhir sebelum korban ditinggalkan, korban masih disabet menggunakan sabuk (gesper) oleh beberapa tersangka hingga korban dalam posisi terlentang dan mengeluarkan suara mengerang (mengorok).

Selain menghadirkan tujuh tersangka yang telah ditangkap sebelumnya, ternyata terdapat tersangka lain berinisial AIF alias Ndriyon, 19, dalam rekonstruksi itu. "AIF sempat melarikan diri ke Jakarta setelah kejadian," tuturnya.

Tersangka AIF sempat bersembunyi di Jakarta dan bekerja sebagai penjual jamu untuk mengelabui petugas. Namun yang bersangkutan berhasil ditangkap saat kembali ke rumahnya di Bambanglipuro, Bantul, pada akhir April lalu.

"Rekonstruksi ini dihadiri langsung oleh jaksa penuntut umum (JPU) untuk sinkronisasi data lapangan dengan berita acara pemeriksaan (BAP)," terang Rita.

Baca Juga: Polres Bantul Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Warga Sedayu, Rencana 41 Adegan Menjadi 53 Adegan

Rekonstruksi yang telah dilaksanakan ini penting agar memberikan gambaran mengenai peran masing-masing tersangka. Semua adegan yang diperagakan akan menjadi landasan kuat dalam proses penuntutan di persidangan.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk kekerasan jalanan, terutama yang menyasar anak di bawah umur.

Semua pihak yang terlibat, akan diusut tuntas. "Tidak ada ruang aman bagi pelaku kejahatan sadis di Bantul," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal pada Kamis (14/5). Korban dijemput di warung belakang SMAN 1 Bambanglipuro menggunakan motor Scoopy merah. Lalu para tersangka membawa korban ke Lapangan Gadung Mlaten, Kapanewon Pandak untuk dilakukan pengeroyokan. Lima hari kemudian, Ilham Dwi Saputra yang menderita luka parah meninggal dunia. (cin/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#sman 1 bambanglipuro #Rekonstruksi Pengeroyokan #kasus pengeroyokan #AKBP Bayu Puji Hariyanto #polres bantul