Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Kenakalan Remaja, Kapanewon Bambanglipuro Bentuk Posko Anti-klithih

Cintia Yuliani • Senin, 11 Mei 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi kejahatan jalanan- dokumen Radar Jogja
Ilustrasi kejahatan jalanan- dokumen Radar Jogja
 
BANTUL - Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kenakalan remaja dan kejahatan jalanan, Kapanewon Bambanglipuro membentuk posko anti-klithih di tiga kalurahan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah aksi kriminalitas sekaligus mengantisipasi kejadian serupa yang pernah menimpa Ilham Dwi Saputra yang dikeroyok sampai meninggal pelajar SMAN 1 Bambanglipuro beberapa waktu lalu.
 
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul Ani Widayani mengatakan, selain kasus klithih, wilayah Bambanglipuro juga menghadapi berbagai tindak kriminal lain seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, hingga penyalahgunaan obat-obatan berbahaya (OBY). "Maka adanya posko ini mencegah terjadinya kejahatan di wilayah Kapanewon Bambanglipuro," jelasnya Senin (11/5).
 
Baca Juga: Ditinggal Razzi Taruna sebelum Kompetisi Usai, Van Gastel Soroti Dampaknya untuk PSIM Jogja
 
Ia menambahkan, posko anti-klithih nantinya akan aktif melakukan patroli malam pada jam-jam rawan kriminalitas. "Dengan harapan bisa menekan tindak kejahatan," terangnya.
 
Ani yang juga mantan Lurah Kalurahan Sumbermulyo mengaku prihatin terhadap maraknya aksi klithih yang menyebabkan korban luka hingga meninggal dunia. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena pelaku maupun korban sebagian besar masih berstatus pelajar SMP dan SMA sederajat.
 
Ia mengakui pendirian posko membutuhkan dukungan anggaran, mulai dari operasional relawan hingga konsumsi saat berjaga malam. Sementara itu, anggaran di tingkat kalurahan, kapanewon, Polsek, maupun Koramil saat ini cukup terbatas akibat efisiensi anggaran. 
 
Baca Juga: Skuad PSS Sleman Telah Resmi Dibubarkan, Pemain Pulang ke Kampung Halaman Masing-Masing
 
"Namun saya optimistis anggaran untuk posko-posko anti klithih ini ada, sebab masyarakat Bambanglipuro punya budaya gotong royong yang tinggi," tuturnya.
 
Menurutnya, masyarakat Bambanglipuro juga memiliki jejaring sosial yang kuat untuk membantu penggalangan dana demi mendukung patroli malam agar berjalan berkelanjutan.
 
Sementara itu, Kapolsek Bambanglipuro, I Nengah Jeffry mengungkapkan, selama Januari hingga April 2026 terdapat 40 aduan atau laporan polisi di wilayah hukum Bambanglipuro. Dari jumlah tersebut, 11 kasus berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. "Sisanya dalam lidik dari kasus pencurian, penipuan, penggelapan, penganiayaan, dan pengeroyokan," katanya.
 
Kasus yang paling menonjol adalah pengeroyokan terhadap siswa SMAN 1 Bambanglipuro hingga meninggal dunia. Meski lokasi kejadian bukan berada di Bambanglipuro, korban diketahui bersekolah di wilayah tersebut, sempat singgah di Bambanglipuro sebelum kejadian, dan salah satu dari tujuh pelaku merupakan warga Bambanglipuro.
 
Menanggapi berbagai tindak kriminal yang melibatkan pelajar, pihak kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi, mulai dari sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama untuk mengawasi anak-anaknya. "Bukan sekadar saling tuding antara pihak sekolah, orang tua, maupun kepolisian," pungkasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#sman 1 bambanglipuro #posko anti-klithih #Klithih #DPRD Bantul #Kapanewon Bambanglipuro