BANTUL - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trimurti, Srandakan resmi ditutup Selasa (11/5). Penutupan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini buntut dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) SPPG yang mencemari dua sumur warga sejak April lalu.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul Hermawan Setiaji menyebut, alasan ditutupnya operasional SPPG ini karena belum memiliki infrastruktur atau sarana prasarana (sarpras) SPPG yang sesuai dengan petunjuk teknis BGN. Jangka waktu penutupan ini pun menyesuaikan kesiapan dari sarpras yang memadai.
Penutupan serupa juga terjadi di empat SPPG lain. Yakni di SPPG Srihardono 1, SPPG Srihardono 2, SPPG Patalan 3, dan SPPG Tirtonirmolo. "Penyebabnya karena ada yang evaluasi kejadian dugaan keracunan, baru rehab SPPG dan proses perbaikan IPAL," bebernya.
Sementara itu, warga Mangiran yang menjadi korban pencemaran limbah IPAL dari SPPG Trimurti Agus Indriyanto, 55, mengatakan, sumurnya telah tercemar limbah dari IPAL SPPG sejak awal April.
Dia pun telah mengetahui bahwa operasional SPPG akan ditutup sementara. Hanya saja, SPPG masih beroperasi untuk melayani penerima manfaat Senin (11/5). "Ya mungkin hari ini (Senin, Red) terakhir beroperasi. Kemudian besok (Selasa, Red) baru resmi tidak beroperasi," ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Komisi D DPRD Bantul Herry Fahamsyah mendesak agar BGN bertindak lebih tegas kepada SPPG yang belum melengkapi persyaratan. Seperti belum adanya sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), IPAL yang tidak memenuhi standar, serta persyaratan lainnya. Sebab dalam kurun waktu dua bulan terakhir telah banyak korban keracunan MBG di Bantul.
"Kami tidak ingin kejadian siswa keracunan akibat mengonsumsi MBG terulang kembali di Bantul," tegasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita