BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat kasus Hantavirus justru ditemukan tahun lalu. Satu kasus di Kapanewon Jetis, dan satu lainnya di Banguntapan.
"Semuanya sudah sembuh, kalau tahun ini nggak ada," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantul Samsu Aryanto Minggu (10/5).
Meskipun belum ada temuan Surat Edaran Nomor B/400.7.9/01667 tentang Kewaspadaan Hantavirus dan Leptospirosis tetap dikeluarkan. Upaya pencegahan lainnya adalah dengan melakukan pelacakan kasus (contact tracing) dan pemantauan wilayah. Selain itu, surveilans sentinel rutin juga turut dilakukan.
Hantavirus, kata dia, adalah penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus. Meskipun hampir sama jalur penularannya dengan leptospirosis, keduanya termasuk penyakit yang ditularkan lewat hewan atau zoonosis.
Oleh karena itu, pengendalian vektor juga dilakukan. Yakni pelaksanaan pemasangan perangkap tikus (trapping) untuk uji laboratorium guna mengidentifikasi jenis virus pada populasi tikus lokal. "Leptospirosis oleh bakteri Leptospira, sedangkan penyakit Hanta oleh virus," jelasnya.
Gejala penyakit ini, biasanya mulai muncul setelah satu hingga hingga dua minggu terpapar virus. Antara lain demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, dan tubuh menguning.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan feses, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Kemudian dari menghirup udara yang terkontaminasi (droplet) dari kotoran tikus. Serta kontak dengan air atau tanah yang telah tercemar virus tersebut.
Baca Juga: Disdik Sleman Sebut Bayi di Rumah Pakem Berasal dari Mahasiswa yang Titip Anak ke Bidan
Dia pun mengimbau agar masayarakat meningkatkan kewaspadaan dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan memastikan tidak menjadi sarang tikus. Selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang lembap atau berisiko dan mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas.
Kemudian menutup makanan dan sumber air agar tidak tercemar. Pastikan setiap luka terbuka selalu ditutup dengan perban kedap air sebelum beraktivitas. Terutama saat berkebun atau membersihkan area gudang atau plafon. “Segera bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir jika terkena kotoran," pesannya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita