Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kurangi Populasi, DKP DIY dan Bantul Lakukan Grebek Ikan Sapu-Sapu di Rawa Kalibayem: Bakal Diuji Kelayakan Pangannya

Cintia Yuliani • Kamis, 7 Mei 2026 | 21:16 WIB
Grebek ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan, Kamis (7/5/2026). DOK. PEMKAB BANTUL
Grebek ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan, Kamis (7/5/2026). DOK. PEMKAB BANTUL

BANTUL – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY bersama DKP Bantul menggelar grebek ikan sapu-sapu di Rawa Kalibayem, Ngestiharjo, Kasihan, Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengurangi populasi ikan invasif dan sebagai pengendalian lingkungan perairan.

Kepala DKP DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan, ikan invasif terutama ikan sapu-sapu sangat mendominasi dari waktu ke waktu di Rawa Kalibayem. Keberadaannya, berdampak pada menurunnya populasi ikan lokal di kawasan perairan Kalibayem.

 “Karena ini sebagai ikan predator, sekaligus predator alaminya sangat jarang, kemudian daya hidupnya sangat tinggi," katanya Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Sebagian Besar Trash Barrier Sungai Kota Jogja Rusak, Baru Sungai Winongo yang Kembali Optimal: DLH Siapkan Perbaikan dan Penambahan Sembilan Titik Baru

Dengan kegiatan grebek ikan sapu-sapu ini juga sebagai upaya untuk mengurangi populasi ikan invasif di perairan Kalibayem. “Yang kedua bagaimana kita menjaga dan mengawal ikan-ikan lokal agar tetap bisa lestari,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum kebersamaan berbagai pihak dalam mengenalkan sekaligus mengendalikan ikan invasif di perairan umum guna melindungi lingkungan perairan desa.

“Ini sebagai langkah awal kita dalam mengendalikan perairan yang lainnya,” terangnya.

Baca Juga: PSIM Jogja Sudah Aman dari Degradasi, Van Gastel Tetap Genjot Intensitas dan Filosofi Bermain Timnya

Selanjutnya, hasil penangkapan ikan sapu-sapu akan ditindaklanjuti bersama akademisi dari fakultas biologi maupun perikanan untuk dilakukan evaluasi terkait kelayakan konsumsi ikan tersebut.

“Apakah ikan sapu-sapu yang hidup di perairan Kalibayem ini layak dikonsumsi atau tidak,” sambung dia.

Dia berharap pengujian dilakukan terhadap sejumlah aspek yang menjadi indikator keamanan pangan.

Baca Juga: Cetak Petani Milenial Berbasis Teknologi, SMKN 1 Pandak Kembangkan Greenhouse Budi Daya Melon, Sudah Delapan Kali Panen

Jika hasilnya aman dikonsumsi, ikan sapu-sapu berpotensi dimanfaatkan menjadi produk pangan maupun pakan budi daya ikan.

Namun, apabila hasil pengujian menunjukkan ikan tersebut tercemar dan berpotensi membahayakan jika dikonsumsi, maka hal itu dapat menjadi langkah antisipasi bagi masyarakat dan pemerintah dalam pengendalian lingkungan perairan. (cin/wia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#ikan sapu-sapu #kelayakan pangan #DKP DIY #ikan predator #Bantul