Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

18 Siswa SDN Kowang yang Diduga Keracunan MBG Sudah Pulih dan Dapat Kembali Ikuti KBM

Cintia Yuliani • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:05 WIB
SDN Kowang tampak depan. Belasan siswa SDN Kowang diduga keracunan MBG Rabu (6/5) - Cintia Yuliani/Radar Jogja
SDN Kowang tampak depan. Belasan siswa SDN Kowang diduga keracunan MBG Rabu (6/5) - Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL - Keracunan diduga menu makan bergizi gratis (MBG) di Bantul kembali terjadi. Kali ini menimpa SDN Kowang yang berada di Kapanewon Jetis Rabu (6/5). 

Penanggung Jawab MBG sekaligus Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SDN Kowang Wulan mengatakan, sebanyak 18 siswa dilarikan ke rumah sakit imbas dari menyantap menu MBG berupa kentang, glatin, wortel, buncis, nasi, dan buah naga. 

"Saat ini siswa sudah pulih dan tidak sakit apapun, sudah bisa sekolah semua," terangnya saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (7/5). 

Ia pun belum bisa memastikan penyebab siswa diduga keracunan dari menu yang mana. Sebab, hasil laboratorium belum keluar. 

"Kami dapat MBG sejak 2026, penerima manfaat 160 siswa dan 14 guru," tuturnya. 

Baca Juga: Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

Guru-guru di SD tersebut pun sempat ada yang memakan MBG, namun tidak mengalami gejala keracunan. Ia menduga daya tahan tubuh dari beberapa guru yang memakan MBG dinilai lebih baik. 

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, total terdapat empat kelas yang diduga menjadi korban keracunan MBG. Seluruhnya tidak ada yang dirawat inap. 

Pihaknya pun telah mengambil sampel MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patalan 3. Saat ini sampel tersebut masih dilakukan uji laboratorium dan masih menunggu hasilnya. 

"Sampel sudah kami amankan dan kami bawa untuk mengetahui sebenarnya apa sih penyebab diduga keracunan yang dialami anak-anak tersebut," terangnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Bantul turut prihatin dan senantiasa ingin mengawal terus kegiatan di SPPG terkait dengan prosedur penyajian agar tidak terjadi keracunan kembali. 

"Nanti yang diduga keracunan biaya ditanggung pemerintah daerah," ucapnya. 

Relawan SPPG Patalan 3 yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan di hari Rabu (6/5). Di SPPG tersebut pun tidak ada aktivitas memasak seperti biasa. 

Baca Juga: Ahmad Dhani Beri Pernyataan Menohok, Masa Lalu Terkuak Kembali

"Kita masih menunggu hasil uji lab," ucapnya singkat. (cin)

Editor : Bahana.
#siswa keracunan MBG #Siswa SDN Kowang keracunan #Yogyakarta #Bantul