BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul melakukan pengawasan sapi dan kambing di peternakan kecil maupun besar yang tersebar di Kabupaten Bantul. Tujuannya untuk mengantisipasi penyakit pada hewan kurban.
"Alhamdulillah semua sehat dan umurnya memenuhi syarat," jelas Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo saat ditemui di peternakan sapi Bangunjiwo, Kasihan Selasa (5/5).
Selain melakukan pengecekan hewan kurban, pihaknya juga memberikan bantuan obat cacing dan obat-obatan lainnya untuk mengantisipasi penyakit dan bakteri. Sebab, kebanyakan sapi yang ada di Bantul berasal dari luar daerah, seperti Bali dan Madura. Sehingga pihaknya tidak mengetahui pola pemeliharaannya.
"Kan setiap kita menyembelih banyak cacing hati, untuk antisipasi itu," tuturnya.
Karena itu, pihaknya berharap seluruh sohibul kurban di Bantul mendapatkan hewan yang aman dari penyakit. Masyarakat yang masih membutuhkan hewan kurban pun dipersilakan datang ke tempat-tempat penampungan ternak, karena seluruhnya telah diawasi oleh dokter hewan di Bantul.
Harga hewan kurban juga mengalami kenaikan karena keterbatasan pasokan dan tingginya permintaan. Namun demikian, kondisi tersebut masih terkendali.
Pola peternakan sapi di Bumi Projotamansari, kata dia, lebih banyak pada pembibitan, sehingga sapi yang dipelihara adalah sapi betina.
"Masalah yang dihadapi kita kesulitan mencari sapi pejantan," katanya.
Upaya yang dilakukan DKPP Bantul untuk meningkatkan populasi antara lain melalui inseminasi buatan. Program ini terus digencarkan, disertai sosialisasi kepada peternak.
Sementara itu, pemilik peternakan sapi di Bangunjiwo, Kasihan Ahmad Suwardi mengatakan, dibanding tahun lalu, saat ini ketersediaan sapi tidak mudah didapat. Sebab, peternak di Gunungkidul cenderung merasa khawatir terhadap gejala PMK dan penyakit lainnya, sehingga pasokan menjadi cukup langka.
"Secara otomatis ada terjadi kenaikan, tetapi ngga begitu signifikan," katanya.
Ia menyebutkan, harga sapi yang sebelumnya Rp 24 juta kini menjadi Rp 25 juta. Meskipun terjadi kenaikan, total 51 ekor sapi miliknya telah terjual. Hingga permintaannya melebihi jumlah sapi yang ada yakni mencapai 60 ekor sapi. Maka dari itu sisanya bekerja sama dengan peternak sapi dari Gunungkidul untuk memenuhi permintaan. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita