Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Gas Nonsubsidi Naik, Pemkab Bantul Pastikan Distribusi LPG Subsidi Tetap Terkendali

Cintia Yuliani • Senin, 4 Mei 2026 | 21:30 WIB
Harga gas nonsubsidi yang mengalami kenaikan sejak pertengahan April. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Harga gas nonsubsidi yang mengalami kenaikan sejak pertengahan April. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Kenaikan harga gas nonsubsidi mulai dirasakan masyarakat. Meski demikian, Pemkab Bantul memastikan kondisi peredaran gas melon subsidi masih stabil dan terkendali.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKUKMPP Bantul Zona Paramitha menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya peralihan signifikan dari pengguna gas nonsubsidi ke gas subsidi. “Awalnya kami mengindikasikan ada peralihan tren dari gas pink ke gas melon, tetapi ternyata tidak ada,” jelasnya Senin (4/5). 

Baca Juga: Bupati Sleman Harda Kiswaya Berharap Derby DIY Dapat Mempererat Suporter PSS Sleman dan PSIM Jogja

Menurutnya, pengawasan juga telah dilakukan selama dua minggu terakhir. Hasilnya, tidak ditemukan lonjakan penggunaan yang mengkhawatirkan. Selain itu, pengawasan juga akan diperketat guna mencegah penyalahgunaan LPG subsidi oleh sektor industri.

Selama lebih dari sepekan terakhir, tidak ada laporan terkait defisit maupun kelebihan pasokan gas subsidi. Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat Bantul dalam penggunaan LPG sesuai peruntukan masih terjaga. “Kalau ada kebocoran pasti kami kabarkan. Tapi sejauh ini tidak terjadi,” tegasnya.

 Baca Juga: Serangan Tumpul, PSIM Jogja Kembali Kalah dan Pulang tanpa Poin di Bandung

Untuk tambahan pasokan LPG subsidi, sudah diajukan sekitar 140 ribu tabung. Dengan alokasi harian awal sekitar 40 ribu tabung. Namun, pengajuan tersebut tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak dilakukan secara berlebihan. Karena masih terikat kontrak tahunan. 

Hal ini dilakukan agar tetap ada cadangan hingga akhir tahun dan menghindari potensi defisit. Sementara itu, total alokasi LPG subsidi untuk 2026 mencapai 400 ribu metrik ton.

Sementara itu, karyawan penjual gas di Bantul Bayu Apriyanto, 24, mengungkapkan, kenaikan harga gas nonsubsidi terjadi sejak pertengahan April. LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram dibanderol Rp 120 ribu, naik dari harga awal Rp 99 ribu. Sedangkan ukuran 12 kilogram naik menjadi Rp 243 ribu dari sebelumnya Rp 212 ribu. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#harga gas nonsubsidi #lpg subsidi #pasokan #gas melon #DKUKMPP Bantul