BANTUL - Pemilu 2024 dinilai menjadi salah satu kontestasi paling berat dengan maraknya praktik politik uang yang memengaruhi pilihan masyarakat. Kondisi ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul dalam menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPD PAN Bantul Herry Fahamsyah menegaskan, partainya tengah menyiapkan strategi penguatan struktur sekaligus basis relawan hingga tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir praktik politik uang sekaligus meningkatkan soliditas suara partai. “Kita ingin partai ini lebih siap menghadapi Pemilu 2029,” ujarnya Minggu (26/4).
Ia menjelaskan, salah satu program utama adalah memastikan keberadaan relawan di setiap TPS. Sehingga tidak lagi terjadi penugasan saksi impor lintas wilayah yang dinilai kurang efektif. “Kita ingin memastikan mempunyai relawan di tiap TPS,” katanya.
Menurutnya, konsep satu relawan satu TPS juga akan dibarengi dengan peran relawan sebagai saksi sekaligus penggerak pemilih di lingkungan masing-masing.
Dengan jumlah sekitar 3.166 TPS di Kabupaten Bantul, PAN menargetkan setiap relawan mampu mengajak minimal 20 pemilih di setiap kapanewon. Jika target itu tercapai, perolehan suara diperkirakan bisa mencapai sekitar 62 ribu suara. "Dengan 62 ribu suara itu kita pastikan di setiap dapil kita akan mendapatkan kursi,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Sundak, Berhasil Diselamatkan Tim Rescue
Selain penguatan relawan, PAN Bantul juga tengah melakukan restrukturisasi kepengurusan melalui musyawarah cabang (muscab) yang digelar serentak di DIJ. Kepengurusan baru periode 2025-2030 diisi kombinasi wajah lama dan baru. Termasuk kalangan muda, pengusaha, serta tokoh masyarakat. “Kita ingin mengakomodir semua kepentingan, tujuannya kemenangan 2029,” katanya.
Ia menambahkan, upaya ini juga menjadi bagian dari strategi rekonsiliasi internal dengan merangkul berbagai elemen. Termasuk kader dari latar belakang berbeda. Demi mencapai target satu dapil satu kursi pada Pemilu 2029. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita