Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DKUKMPP Sebut Stok LPG di Bantul Aman, tapi Tidak untuk Ukuran 50 dan 75 Kg

Cintia Yuliani • Minggu, 26 April 2026 | 21:45 WIB
Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan stok LPG subsidi maupun non-subsidi di pasaran aman. Bahkan pengajuan tambahan stok akan dilakukan jika diperlukan.

“Untuk minggu ini belum rencana mengajukan,” kata Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha Minggu (26/4). 

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran pengguna LPG non-subsidi ke subsidi. “Kami pantau belum lama ini memang masih aman,” katanya.

Baca Juga: Babak 1: PSS Sleman Imbangi Persiba Balikpapan, Ega Rizky Tampil Cemerlang

Dia pun memastikan, pengawasan terhadap distribusi dan kebutuhan LPG akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak lanjutan. Pemerintah daerah juga berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelaku usaha dan pasokan untuk masyarakat agar tidak terjadi kelangkaan yang meluas.

Namun di lapangan, terjadi kelangkaan LPG ukuran 50 kilogram dan 75 kilogram (kg). Hal ini diungkapkan oleh Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo. Dia mengaku, seminggu terakhir hotel yang dikelolanya harus menggunakan LPG ukuran 12 kg. "Kelangkaan lebih terasa pada ketersediaan barang di lapangan, bukan semata kenaikan harga," katanya.

Baca Juga: WNI Buronan FBI Ditangkap di Resort Mewah Phuket, Diduga Otak Sindikat Penipuan Romance-Crypto Rp150 Miliar

Meskipun masih mudah diperoleh, penggunaan tabung tersebut dinilai kurang efisien untuk kebutuhan operasional dalam skala besar. “Tapi karena stoknya sulit didapat (LPG 75 kg), ya sementara pakai yang tersedia,” tuturnya.

Upaya untuk mendapatkan pasokan LPG ukuran besar masih terus dilakukan ke berbagai agen. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Hendra mengaku, belum dapat memastikan penyebab pasti dari kelangkaan tersebut.

Dia menduga adanya pengaruh faktor global. Seperti konflik di Timur Tengah, maupun kendala distribusi di dalam negeri. “Karena baru terjadi saat ini. Kita masih coba cari tahu,” tandasnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#non-subsidi #subsidi #stok #LPG #DKUKMPP Bantul