BANTUL - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul memastikan stok LPG subsidi maupun non-subsidi di pasaran aman. Bahkan pengajuan tambahan stok akan dilakukan jika diperlukan.
“Untuk minggu ini belum rencana mengajukan,” kata Kepala DKUKMPP Bantul Prapta Nugraha Minggu (26/4).
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pergeseran pengguna LPG non-subsidi ke subsidi. “Kami pantau belum lama ini memang masih aman,” katanya.
Baca Juga: Babak 1: PSS Sleman Imbangi Persiba Balikpapan, Ega Rizky Tampil Cemerlang
Dia pun memastikan, pengawasan terhadap distribusi dan kebutuhan LPG akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak lanjutan. Pemerintah daerah juga berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelaku usaha dan pasokan untuk masyarakat agar tidak terjadi kelangkaan yang meluas.
Namun di lapangan, terjadi kelangkaan LPG ukuran 50 kilogram dan 75 kilogram (kg). Hal ini diungkapkan oleh Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo. Dia mengaku, seminggu terakhir hotel yang dikelolanya harus menggunakan LPG ukuran 12 kg. "Kelangkaan lebih terasa pada ketersediaan barang di lapangan, bukan semata kenaikan harga," katanya.
Meskipun masih mudah diperoleh, penggunaan tabung tersebut dinilai kurang efisien untuk kebutuhan operasional dalam skala besar. “Tapi karena stoknya sulit didapat (LPG 75 kg), ya sementara pakai yang tersedia,” tuturnya.
Upaya untuk mendapatkan pasokan LPG ukuran besar masih terus dilakukan ke berbagai agen. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Hendra mengaku, belum dapat memastikan penyebab pasti dari kelangkaan tersebut.
Dia menduga adanya pengaruh faktor global. Seperti konflik di Timur Tengah, maupun kendala distribusi di dalam negeri. “Karena baru terjadi saat ini. Kita masih coba cari tahu,” tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita