Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembangunan PSEL di Bantul Masih Tunggu Dana dari Danantara Cair, Kapasitas ITF Bawuran Bakal Ditingkatkan untuk Atasi Sampah

Cintia Yuliani • Minggu, 26 April 2026 | 20:15 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Bantul rencananya akan mulai dikerjakan pada awal 2026. Namun hingga saat ini proyek tersebut belum juga terealisasi.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, hal ini disebabkan oleh dana pembangunan dari Danantara yang belum kunjung turun. “Oleh karena itu, ini menjadi tantangan baru karena volume sampah tidak pernah menurun,” jelasnya Minggu (26/4).

Baca Juga: Niat Buat Urus Surat Pengantar, Malah Kena Pungli Rp 500 Ribu. Warga Melapor ke Polres Kulon Progo

Menurut Halim, volume sampah akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut masyarakat yang semakin sejahtera cenderung menghasilkan lebih banyak sampah.

Selain itu, perubahan gaya hidup juga turut memengaruhi. Gaya hidup saat ini menghasilkan lebih banyak sampah. Terutama dari kemasan makanan dan barang hasil belanja online. “Kedua hal itu menjadi faktor pertumbuhan sampah,” katanya.

Baca Juga: Implementasi Kebijakan CFD Pemprov DIY, Sekprov dan Jajarannya Jalan Kaki, Kasatpol PP Naik Sepeda Sekaligus 'Patroli'

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantul saat ini mendorong peningkatan kapasitas ITF Bawuran. Melalui kerja sama operasi (KSO) antara BUMD Aneka Dharma dan perusahaan yang berminat bekerja sama dengan Pemkab Bantul dalam penanganan sampah. Meski belum maksimal, ITF Bawuran mampu membakar sampah hinggal 50 ton per hari.

Sebab Jika tidak segera diatasi, sampah dikhawatirkan akan terus menumpuk. Mengingat sebagian besar sampah dari wilayah Kartamantul (Kota Jogja, Sleman, dan Bantul) diolah di Bantul.

Baca Juga: Panas di Jogja Terasa Cetar Dalam Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMkG 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, saat ini proses pembangunan PSEL pada tahap proses pematangan lahan. Pemkab Bantul pun telah mempersiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk mendukung proyek ini. "Sudah dianggarkan oleh Pak Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul," jelasnya.

Target operasional PSEL dijadwalkan masih di tahun 2028. Nantinya, mampu menampung kapasitas 1.000 ton sampah dari Kota Jogja, Sleman, dan Bantul per hari. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat bisa mengolah sampahnya masing-masing. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#PSEL #Danantara #Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik #Sampah #Bupati Bantul Abdul Halim Muslih