BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana melaksanakan rapat koordinasi dengan Polri dan TNI untuk mencegah aksi kejahatan jalanan. Out put dari koordinasi ini adalah patroli yang kembali diaktifkan, dan melibatkan warga.
“Memerlukan penanganan yang berkelanjutan dan sistem yang kuat (agar kejahatan jalanan tidak terulang, Red)," jelas Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Jumat (24/4).
Baca Juga: Pemkab Kebumen Disebut Gagal Mitigasi Lakalaut, DPRD Dorong Evaluasi Total Pengelolaan Pariwisata
Kasus kejahatan terbaru yang menimpa Ilham Dwi Saputra, 16, korban pengeroyokan, justru dilakukan oleh orang yang masih dalam rentang usia anak sampai 18 tahun. Sementara menghukum anak bawah umur tidak diperbolehkan. "Tapi tidak boleh dianggap sepele wong sudah melukai korban, problem inilah yang sedang kita pikirkan patroli," tuturnya.
Patroli, akan melibatkan unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan jaga warga. Lewat cara ini, menurutnya menjadi langkah konkret untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan.
Baca Juga: Riko Simanjuntak Sebut Kemenangan di Balikpapan Buka Jalan Promosi bagi PSS Sleman
Selain patroli, nantinya akan ada sosialisasi program TNI Manunggal Masuk Sekolah (TMMS). Rencananya menyasar anak SMP dan SMA sederajat.
Namun saat disinggung soal pembatasan jam malam anak di bawah umur, Halim menyebut belum perlu. Justru dia khawatir, hal ini akan menimbulkan ketegangan baru. “Saya kira itu belum urgent dan belum menentukan momennya untuk memberlakukan jam malam," tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita