Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyakit Campak di Bantul Capai 44 Kasus, Dinas Kesehatan Bantul Gencarkan Imunisasi

Cintia Yuliani • Kamis, 23 April 2026 | 10:20 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Kasus campak terus mengalami peningkatan di Bantul. Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Menggencarkan imunisasi rutin untuk bayi usia satu bulan, 18 bulan, dan anak kelas satu sekolah dasar (SD). 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan, pihaknya telah melaksanakan imunisasi campak dua kali di 27 puskesmas Bantul.

Tahap pertama, imunisasi menyasar 440. Namun, cakupannya hanya 404 orang.

Sedangkan imunisasi tahap dua menyasar 531 orang dengan cakupan 499 orang. 

"Kegiatan imunisasi kejar campak masih berjalan, jadi masih memungkinkan persentase capaian meningkat," katanya Kamis (23/4). 

Cakupan imunisasi campak di Bantul yang rata-rata lebih dari 90 persen tidak terlepas dari sosialisasi kepada masyarakat yang terus dilakukan oleh Dinkes Bantul.

Selain itu, pihaknya juga melakukan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait manfaat imunisasi. 

Baca Juga: Hancurkan Al hli SC Qatar, Al Nassr ke Final AFC Champions League Two, Coman Hattrick

"Jadi kolaborasi dengan kapanewon, polsek, koramil, KUA, kalurahan, dukuh, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat," jelasnya

Saat ini campak di Bantul telah mencapai 44 kasus. Tersebar di Kapanewon Piyungan, Dlingo, Sedayu, Kasihan, Banguntapan, Pleret, Sewon, Bantul, Pandak, Srandakan, Imogiri, Jetis, dan Pajangan. 

"Yang paling banyak di Banguntapan ada 13 kasus," katanya. 

Meski demikian, Samsu mengatakan tidak ada yang meninggal karena kasus campak. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gejala campak seperti demam, batuk, pilek, dan muncul ruam kemerahan agar segera melakukan pengobatan.

Selain itu, masyarakat diminta menghindari kontak dengan penderita campak guna mencegah penularan.

Baca Juga: Elche 3-2 Atletico Madrid, Los Rojiblancos Telan Kekalahan Keempat Secara Beruntun di La Liga

“Kemudian jaga kesehatan, konsumsi gizi seimbang, dan bisa melapor ke petugas puskesmas akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya (cin)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#campak bantul #dinkes bantul #campak #penyakit campak #kasus campak