BANTUL - Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Bambanglipuro Heni Widiyanti turut menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya salah satu siswa di sekolahnya Ilham Dwi Saputra, 16, setelah tewas dikeroyok beberapa orang.
Ia menceritakan Ilhan semasa masih bersekolah di SMAN 1 Bambanglipuro. Perilaku Ilham tidak jauh berbeda dengan siswa lain. Ilhan juga tidak mempunyai catatan kenakalan di luar batas wajar.
"Informasi dari guru yang saya dapatkan, Ilham hanya ramai (berisik, Red) di kelas, sekali lompat pagar. Jadi kalau kenakalan di luar itu, saya belum mendapatkan informasi," bebernya saat ditemui di SMAN 1 Bambanglipuro Rabu (22/4).
Ilham dikenal dengan sosok yang suka bersosialisasi dan tidak mempunyai catatan kriminal. Kendati demikian, ia kaget saat mendengar bahwa Ilham meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bambanglipuro Sri Sarjiyati mengatakan, Ilham adalah siswa kelas X.2. Namun, karena Sri termasuk kepala sekolah baru yang menjabat sejak 1 Maret 2026, ia tidak terlalu mengenal sosok Ilham.
“Awal menjabat saya sedang melakukan observasi masalah tata Kelola manajerial dan lingkungan,” katanya.
Jumlah siswa di sekolahnya pun sekitar 216 siswa, sehingga perlu waktu bagi dirinya untuk mengenal siswa dengan baik.
Kendati demikian, pihaknya telah melakukan pembianan kepada siswa. Saat siswa akan keluar kelas untuk mengikuti kegiatan lain, harus melalui izin guru piket, guru mengajar, dan satpam.
Pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap anak-anak yang terindikasi kurang baik setiap satu bulan hingga dua bulan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Selain itu, SMAN 1 Bambanglipuro bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan pembinaan.
“Anak-anak yang dipetakan kurang baik diberikan pembinaan oleh pihak kepolisian,” bebernya.
Baca Juga: Mengerikan! Saksi Sempat Rebut Gunting saat Pelaku Berupaya Lukai Telinga Korban di Gadung Mlaten
Pada saat pertemuan wali kelas, pihaknya juga mengadakan perwakilan pembinaan di setiap kelas. Setiap ada kegiatan di sekolah, juga turut dilaporkan kepada wali murid.
"Kita sampaikan apa saja yang dilakukan anak dan perkembangan siswa," tuturnya.
Ia mengaku tidak mengetahui persis kejadian yang dialami Ilham. Sri hanya mengetahui bahwa Ilham tidak masuk sekolah beberapa hari dan setelah itu mendapat kabar meninggal dunia.
"Kami sudah melayat ke rumah Ilham. Tapi sampai sekarang ini kami belum bisa berbincang lebih dekat dengan orang tua Ilham karena masih dalam keadaan berduka," terangnya.
Pihaknya mengimbau kepada siswa agar tidak bermain atau keluar rumah larut malam. Ia pun berharap orang tua juga turut ambil peran untuk membatasi jam bermain anak pada malam hari.
“Karena kejahatan malam hari mengerikan dan pasti akan memantik kejahatan yang lain," pungkasnya. (cin)
Editor : Heru Pratomo