Korban pengeroyokan di Lapangan Gadung Mlaten, Triharjo, Pandak, Ilham Dwi Saputra, 16, diketahui sempat dijemput dua orang dari rumahnya dan sempat singgah di sebuah warung atau angkringan yang berada di belakang SMAN 1 Bambanglipuro.
Setelah itu, korban dibawa oleh dua orang menggunakan satu sepeda motor berboncengan tiga menuju Lapangan Gadung Mlaten, tempat ia kemudian dikeroyok sekitar 10 remaja yang diduga tergabung dalam salah satu geng remaja di Bantul.
Pemilik warung di belakang SMAN 1 Bambanglipuro Julastri, 42, membenarkan Ilham sempat mampir ke warungnya. Ia bahkan sempat mengisi baterai gawai di sudut warung sebelum dijemput dua orang yang datang dengan sepeda motor.
Namun, Julastri tidak mengetahui dengan siapa Ilham datang ke warung tersebut. Ia juga tidak mengenali dua orang yang kemudian menjemput Ilham dan membawanya ke Lapangan Gadung Mlaten.
Menurutnya, Ilham memang kerap singgah ke warung itu sepulang sekolah, biasanya hanya untuk membeli minuman sambil menunggu dijemput pulang atau pulang bersama teman-temannya.
"Ya kalau di warung saya ini, Ilham hanya beli minum dan ngobrol dengan teman-temannya," katanya Rabu (22/4).
Baca Juga: Gagal Nyetadion Bareng, Momen Haru Suporter PSIM dan Persija Nyanyikan Anthem Bersama di Jogja
Julastri mengaku terkejut pada hari Rabu (15/4) menjelang subuh didatangi petugas kepolisian yang menanyakan Ilham, yang ternyata menjadi korban pengeroyokan hingga harus dirawat di rumah sakit.
"Ya setahu saya Ilham pergi dari warung bersama dengan temannya, ternyata jadi korban pengeroyokan," kata dia.
Sementara itu, suami Julastri, Suprihatin, mengatakan, saat korban datang ke warung, dirinya sudah tertidur karena lelah setelah beraktivitas seharian. Namun, ia memperoleh informasi dari seorang saksi yang melihat kejadian pengeroyokan tersebut, yang melibatkan sekitar 10 orang di Lapangan Gadung Mlaten.
Baca Juga: Aksi Heroik Cahya Supriadi Beri Satu Poin bagi PSIM Jogja saat Menjamu Persija Jakarta di Bali
"Kebetulan salah satu saksi itu adalah tetangga saya dan baru saja lulus dari SMAN 1 Bambanglipuro," ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban awalnya datang ke warung dengan sepeda motor berboncengan tiga. Tidak lama kemudian, korban kembali dibawa oleh sepeda motor lain, juga berboncengan tiga, menuju Lapangan Gadung Mlaten.
Saksi tersebut mengaku tidak mengenal dua orang yang membawa korban. Namun, ia bersama seorang temannya sempat mengikuti korban hingga sampai di lokasi.
Sesampainya di Lapangan Gadung Mlaten, korban ternyata sudah ditunggu oleh banyak orang dan kemudian terjadi pengeroyokan. Saat saksi mencoba mendekat untuk melerai, justru mendapat ancaman.
Baca Juga: Jateng Dikepung 162 Bencana Selama Januari–April 2026, Inilah Upaya Pempov
"Ya akhirnya saksi bersama seorang temannya menyingkir karena takut jadi sasaran seperti korban," terangnya.
Ketika korban sudah dalam kondisi tak berdaya dan pelaku berupaya menggunting telinganya, saksi memberanikan diri merebut gunting dari tangan pelaku. Setelah itu, para pelaku membubarkan diri.
"Saat korban dalam kondisi tak berdaya dan bersimbah dari saksi kemudian berboncengan bertiga menuju Rumah Sakit Saras Adyatma Bambanglipuro," jelasnya.
Ilham sebelumnya juga pernah menjadi korban pembacokan menggunakan senjata celurit di Jalan Samas, tepatnya di depan Koramil Bambanglipuro.
Suprihatin, yang juga anggota Kodim 0729 Bantul, menyebutkan akibat kejadian tersebut, korban sempat dirawat di rumah sakit dan tidak bisa mengikuti ujian akhir semester.
Ia pun menambah di kalangan sebaya, Ilham dikenal dengan nama jalanan yang cukup terkenal yaitu Boteng. Namun, ia sempat tidak aktif setelah insiden pembacokan tersebut hingga akhirnya kembali menjadi korban pengeroyokan di Lapangan Gadung Mlaten.
Editor : Heru Pratomo