BANTUL - Butet Kartaredjasa mengajak 14 seniman untuk melukis suasana tahanan di Polres Bantul Rabu (22/4). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengasah empati dan simpati para seniman terhadap kemanusiaan.
“Karena prinsip dasar dari demokrasi adalah peduli, punya perhatian, punya empati pada manusia dan kemanusiaan,” ujar Butet saat ditemui di Polres Bantul Rabu (22/4).
Menurut Butet, kegiatan melukis langsung di lokasi penting dilakukan agar seniman merekam peristiwa dan mengalami suasana secara langsung. “Kalau seniman tidak punya sensitivitas pada manusia dan kemanusiaan, itu namanya seniman blegedes,” tegasnya.
Butet berharap, para seniman yang terlibat menjadi seniman yang memiliki empati tinggi. Nantinya, karya-karya tersebut akan diseleksi kurator untuk dipamerkan di galeri Le Gareca yang merupakan kafe daerah Madukismo, Kasihan.
“Karya-karya on the spot dari sini dipamerkan, supaya masyarakat juga bisa terinspirasi empati kemanusiaannya,” katanya.
Sebab menurutnya, saat ini masyarakat kurang mendapatkan pembelajaran mengenai praktik-praktik demokrasi. Lewat para seniman ini, Butet ingin memberikan gambaran penderitaan orang yang sedang ditahan. “Betapa sengsaranya orang yang ditahan itu,” katanya.
Pantauan Radar Jogja, satu seniman melukis pintu masuk tahanan di halaman Polres Bantul menggunakan kertas. Pelukis lainnya melukis langsung suasana di dalam ruang tahanan. Selain pelukis, hadir pula seniman yang memiliki keahlian musik dan bernyanyi. Para tahanan diajak bernyanyi sambil dilukis oleh salah satu seniman yang hadir.
Tak hanya itu, para tahanan juga mendapat makan siang dari Butet. Dia membawa 30 porsi. “Meskipun di penjara, tapi makannya bergizi. Bergizi yang sesungguhnya, bukan dari maling bergizi,” lontarnya.
Salah satu seniman Bambang Heras mengaku, melukis suasana tahanan menjadi pengalaman yang dramatis. Menurutnya, melihat para tahanan yang dinilai kurang beruntung membangkitkan emosi, empati, dan perasaan mendalam. “Ini mungkin pengalaman pertama saya melihat seperti ini, kemudian harus mendokumentasi dengan cepat.
Ia menilai, waktu yang diberikan untuk melukis masih kurang lama. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi peringatan bagi dirinya agar selalu berhati-hati dalam kondisi apa pun.
Ia berharap, karya yang dibuat dapat menjadi pengingat untuk selalu berbuat baik. Menurutnya, empati mampu melahirkan karya yang orisinal sekaligus menjadi peringatan bagi diri sendiri agar terus berada di jalan kebaikan.
Baca Juga: Aksi Heroik Cahya Supriadi Beri Satu Poin bagi PSIM Jogja saat Menjamu Persija Jakarta di Bali
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk memberikan motivasi maupun nasihat kepada para tahanan agar ke depan dapat memperbaiki diri masing-masing. “Selain itu, memberikan hiburan bermain bersama dan melukis para tahanan yg dilakukan seniman lukis,” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita