Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi El Nino, Bantul Perkuat Layanan Kesehatan dan Sosialisasi ke Masyarakat

Cintia Yuliani • Selasa, 21 April 2026 | 22:00 WIB
Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara
Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara

BANTUL - Perubahan cuaca panas saat El Nino berpotensi menyebabkan kualitas udara memburuk, berkembangnya penyakit menular melalui vektor seperti nyamuk mudah berkembang biak. Selain itu, bisa menyebabkan meningkatkan risiko penyakit DBD dan malaria, serta penurunan kualitas air dan sanitasi.

"Berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, hingga leptospirosis," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Tri Widiyantara Selasa (21/4). 

Upaya yang dilakukan Dinkes Bantul untuk mengurangi dampak El Nino bagi kesehatan, pihaknya melakukan kebijakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) wajib melaksanakan sosialisasi serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) secara masif. Dapat melalui media sosial mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem El Nino. 

Baca Juga: Dapat Kepastian Pelaksanaan Proyek Revitalisasi, DPUPKP Kota Jogja Barengi Penataan Tata Kabel Semrawut di Jembatan Kewek

Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh, sehat, dan terlindungi dari risiko dehidrasi, penyakit tular vektor, gangguan pencernaan, gangguan gizi serta gangguan pernapasan akibat polusi debu/asap.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Agus juga memberikan saran kepada masyarakat untuk mencegah penyakit dan gangguan kesehatan dampak musim kemarau. Seperti persalinan ibu hamil sebisa mungkin ditolong tenaga kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, serta mengelola air minum dan makanan dengan bersih dan aman.

Baca Juga: Pemprov DIY Segera Tindaklanjuti Kenaikan Harga dan Kelangkaan Minyak Goreng MinyaKita, Dropping Stok hingga Operasi Pasar

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat kondisi sakit dan saat beraktifitas di luar ruangan untuk mencegah gangguan pernafasan dan penularan penyakit.

"Masyarakat juga dapat meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi," sarannya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit  Dinkes Bantul Penyakit Samsu Aryanto mengatakan, dari awal tahun hingga saat ini kasus DBD sebanyak 22 kasus, malaria 10 kasus, diare 3.980 kasus, leptospirosis 92 kasus, dan kolera belum ditemukan kasus. Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyakit yang sering muncul pada saat musim kemarau. (cin/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#el nino #dinkes bantul #diare #DBD #Dinas Kesehatan (Dinkes)