BANTUL - Sejumlah ikan ditemukan mati di Sungai Belik, Padukuhan Pandes I, Wonokromo, Pleret. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menduga kematian ikan tersebut disebabkan pencemaran air limbah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Grojokan Tamanan.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, operasional IPAL komunal saat ini dihentikan sementara. Sembari hasil pengujian laboratorium sampel air dan ikan yang mati keluar. “Uji labnya sekitar tiga minggu keluar,” katanya.
Dia menjelaskan, laporan terkait kejadian tersebut telah diterima dari pemerintah kalurahan dan dukuh setempat. DLH kemudian menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan, termasuk mengambil sampel air dan ikan untuk diuji di laboratorium.
Dari hasil penelusuran awal di lapangan, DLH masih melakukan pendalaman terkait sumber pencemaran. Salah satu dugaan mengarah pada IPAL komunal. “Dari tim DLH dan koordinasi dengan pak dukuh serta Bhabinkamtibmas, kami melakukan langkah antisipasi dan pencegahan supaya pencemaran bisa dikendalikan,” jelasnya.
Kemungkinan, lanjutnya, terjadi kebocoran pada instalasi IPAL. Namun hal tersebut masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. Begitu pula dengan kondisi air di lokasi masih terus dipantau. DLH juga menelusuri berbagai potensi sumber pencemaran.
Sementara itu, Dukuh Pandes I Budi Cahyono mengatakan, awalnya mendapat laporan dari warga yang melihat banyak ikan mengapung sekitar pukul 08.00. Dari laporan warga itu tampak busa bertebaran di atas ikan-ikan tersebut. "Jenis ikannya sendiri itu ada tawes, nila, wader, dan juga sapu-sapu," katanya.
Dia menyebut, ada petugas yang mencuci tandon penampungan air limbah. Sehingga air cuciannya mengalir ke sungai. “Dan limbah itu kan mengandung zat kimia berbahaya," katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita