BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melakukan sidak di TPR Parangtritis Minggu (19/4). Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pengunjung yang akan berwisata ke Gunungkidul bebas retribusi di TPR Bantul.
"Kita menarik retribusi hanya yang berwisata ke Parangtritis," kata Wakil Bupati Aris Suharyanta saat ditemui di TPR Parangtritis Minggu (19/4).
Saat melakukan sidak, tidak sedikit pengendara motor maupun mobil yang melewati TPR Parangtritis mengaku akan berwisata ke Gunungkidul. Ia pun memberikan meloloskan seluruh wisatawan ke Gunungkidul yang melewati TPR Parangtritis.
Baca Juga: Retret di Akmil selama Lima Hari Rampung, Ketua DPRD Disegarkan Kembali soal Nilai Kebangsaan
"Yang mau ke Obelix ada, yang mau berkunjung ke Gunungkidul kita grastiskan juga," tuturnya.
Sidak ini dilakukan bukan karena mendapatkan teguran dari Pemkab Gunungkidul. Sidak ini dilakukan sebab telah selesainya pembangunan JJLS di wilayah Bantul. Sehingga TPR harus bergeser melewati jalan menuju Gunungkidul. "Kita pastikan petugas TPR harus menggratiskan, kita hanya menanya saja tujuan wisatawan ke mana," katanya.
Jika jawaban pengunjung tidak ke Parangtritis, maka petugas wajib meloloskan wisatawan tersebut. Artinya, pihaknya mengandalkan kejujuran dari pengunjung. "Seandainya pengunjung ke Parangtritis tapi alasan ke Gunungkidul pun berarti tidak bayar ini untuk evaluasi kita," katanya.
Nantinya, pihaknya akan memberlakukan satu objek wisata mempunyai satu TPR untuk menghindari kebocoran retribusi. Namun, bukan dalam waktu dekat, karena Pemkab Bantul masih kekurangan jumlah personil dan kendala penentuan lokasi yang akan dijadikan TPR.
Baca Juga: Kader PAN Boyongan ke PPP, Siap Penuhi Target Satu Fraksi di Sleman
Mengenai PAD pariwisata di 2025, memang belum memenuhi target. Maka dari itu, pihaknya akan mendorong Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul agar bisa meningkatkan PAD. Jadi tahun 2025 ini InsyaAllah meningkat tentu saja," harapnya.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, PAD pariwisata di Bantul tahun 2025 Rp 26,7 miliar. Angka ini tidak sesuai dengan target yang mencapai Rp 49 miliar. "54,6 persen dari target yang telah ditentukan," katanya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita