BANTUL - Impian panjang yang dipendam sejak kecil akhirnya terwujud. Mardijiyono Karto Sentono, calon jemaah haji tertua di DIY berusia 103 tahun asal Randusari, Karanganom, Sitimulyo, Piyungan, dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada awal Mei 2026.
“Rasanya senang (bisa berangkat haji, Red),” ucapnya sambil tersenyum saat ditemui di kediamannya, Jumat (17/4).
Cucu Mardijiyono Dewi Rusmala menuturkan, impian naik haji sempat tertunda karena ia harus membesarkan delapan anak dengan berbagai kebutuhan yang tidak sedikit.
“Tapi Mbah putri (istri Mardijiono, Red), nyuruh Mbah kakung (Mardijiyono, Red) haji,” katanya.
Tak lama setelah itu, sang istri meninggal dunia pada Desember 2019 lalu. Permintaan tersebut pun menjadi seperti wasiat yang dipegang teguh oleh Mardijiyono.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe Matcha di Jogja, Pecinta Matcha Saatnya Berburu
Dengan tekad kuat, ia mulai mewujudkan impiannya. Modal awal diperoleh dari menjual sapi senilai Rp 10 juta, sementara kekurangannya ditutup dengan tambahan dana.
Petani yang juga gemar memelihara sapi ini akhirnya berhasil mendaftar haji pada tahun 2020 melalui kuota lansia. Untuk pelunasan biaya, ia kembali menjual sapi.
Namun, keberangkatannya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. “Mundur, akhirnya 2026 tanggal nanti satu Mei kloter sembilan berangkat,” tuturnya.
Perjalanan menuju Tanah Suci pun tidak sepenuhnya mulus. Pada 2022, ia sempat terjatuh hingga menyebabkan kakinya retak. Meski dokter menyarankan operasi penggantian tulang, Mardijiyono memilih menjalani terapi.
“Alhamdulillah setelah itu dengan bantuan alat bisa jalan,” katanya.
Kini, seluruh persiapan terus dimatangkan. Ia telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan siap berangkat. Selama di Mekkah, Mardijiyono akan menggunakan kursi roda dengan pendampingan petugas haji dari Bantul. Sebab, pendengarannya sudah terganggu dan kakinya yang tidak bisa berjalan dengan normal.
“Mbah kakung sudah ngafalin doa-doa, karena sempat umroh di 2023,” ucap Rusmala.
Dalam latihan manasik haji, keterbatasan fisik tak menjadi penghalang. Rusmala bahkan menggendong sang kakek saat mengelilingi replika Ka’bah.
“Nanti dia ikut tawaf terakhir, hanya lewat satu kali nanti diwakali, jadi ada program khusus,” bebernya.
Keluarga pun berharap perjalanan ibadah ini berjalan lancar. Mardijiyono diharapkan dapat berangkat dan kembali dengan selamat, serta menjadi haji mabrur. (cin)
Editor : Bahana.