Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bala Mataram Rescue (BMR), Bukti Cinta di Jalur Kemanusiaan; Pastikan Suporter Cepat Dapat Bantuan Medis saat Darurat

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 7 April 2026 | 21:20 WIB
TANPA PAMRIH: Para personel BMR saat mengamankan laga kandang PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. (Dokumen BMR)
TANPA PAMRIH: Para personel BMR saat mengamankan laga kandang PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul. (Dokumen BMR)

 BANTUL - Sepak bola tak melulu soal adu taktik 11 lawan 11 di lapangan hijau. Bagi sebagian pandemen PSIM Jogja, kecintaan pada klub kebanggaan juga diwujudkan lewat aksi nyata penyelamatan nyawa. Inilah yang menjadi ruh pergerakan Bala Mataram Rescue (BMR), kesatuan relawan yang bersiaga di balik riuhnya gemuruh tribun.

BMR bukanlah kelompok suporter biasa. Mereka adalah sekumpulan relawan yang sehari-harinya berjibaku dengan urusan kebencanaan dan kemanusiaan di DIJ. 


Latar belakang anggotanya pun juga sangat beragam dan teruji. Mulai dari personel Kampung Tangguh Bencana, Desa Tangguh Bencana (Destana), Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana), Tim Reaksi Cepat (TRC), hingga unsur dinas sosial dan elemen relawan desa lainnya.
"Awalnya kami sering bertemu saat menonton pertandingan, hingga akhirnya sepakat membentuk sebuah komunitas," ucap koordinator BMR Purna Tamtama, Jumat (15/3).

Baca Juga: Polresta Catat Ada 12 Kasus Perkelahian Geng Sekolah di Jogja Selama 2025, Tahun Ini Sudah Terjadi Tiga Kasus


Purna menjelaskan, pergerakan BMR ini mulai membumi saat PSIM berjuang di Liga 2 musim 2024/2025 lalu. Terutama saat tim berlaga di Stadion Mandala Krida. 


Dedikasi BMR pun juga kian teruji ketika mereka ikut mengawal perjalanan PSIM Jogja ke partai final Liga 2 musim 2025/2026 dengan bertanding di Solo. Saat itu, personel BMR turun tangan berkoordinasi langsung dengan Panpel Solo dan suporter setempat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Membuktikan bahwa suporter tamu juga bisa membawa dampak positif bagi keamanan laga. "Itu sebenarnya kami resmi berdiri saat di Solo itu," jelasnya. 

Baca Juga: Siswa SMA Muhammadiyah 3 Jogjakarta Akhirnya Minta Maaf, Pihak Sekolah Klaim Tidak Ada Tekanan


Setelah itu, aksi BMR pun kian masif hingga saat ini. Saat peluit kick-off dibunyikan, mata sebagian besar penonton mungkin tertuju pada pergerakan bola.

 Namun, mata personel BMR terus memindai kondisi di atas tribun hingga area luar stadion. Mereka bertransformasi menjadi tim paramedis dan relawan kegawatdaruratan.


Tugas mereka jauh dari kata ringan. Mulai dari memberikan pertolongan pertama bagi penonton yang jatuh sakit, menangani kasus dehidrasi dan penonton pingsan di tengah laga siang yang terik, hingga melakukan evakuasi medis darurat (EMT). Korban segera dibawa ke Pos Kesehatan Lapangan (Poskeslap) atau dirujuk ke rumah sakit sesuai standard operating procedure (SOP) dari Panpel.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Tekankan Kemandirian Fiskal, Pemprov Jateng Mulai Susun Proyeksi Pendapatan Daerah 2027


Tak hanya urusan medis, BMR juga hadir sebagai elemen penengah. Mereka turut membantu mitigasi dan penanganan pertama apabila terjadi gesekan atau kerusuhan antarsuporter.  "Kami punya total 50 anggota aktif. Tapi setiap bertugas hanya 30 sampai 40 saja yang turun," lontar Purna. 


Dalam pergerakannya, BMR membangun sinergi yang kuat dengan Panpel PSIM Jogja, laskar suporter seperti DPP Brajamusti dan Mataram Independent (The Maident), serta mendapat bimbingan langsung dari sesepuh PSIM dan tokoh-tokoh relawan DIJ.

Baca Juga: Kalau Harga Tetap Ukuran yang Dikurangi, Produsen Tempe di Magelang Siasati Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik


Menariknya, napas pergerakan BMR murni didasari oleh semangat pengabdian. Pada masa-masa awal, operasional mereka mengandalkan sistem kolektif mandiri. Seluruh anggota dengan ikhlas menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi keselamatan sesama suporter.


Kini, seiring tingginya jam terbang dan manfaat nyata yang diberikan, dukungan pun mengalir. Bantuan dari pihak luar, baik dari panpel, sesepuh klub, hingga berbagai donatur mulai berdatangan. Sokongan finansial ini diwujudkan dalam bentuk fasilitas krusial yang menunjang tugas di lapangan seperti kelengkapan tandu, obat-obatan, dan berbagai peralatan medis lainnya.

Baca Juga: Gugur saat Test Flight Pesawat Cukiu, Pemprov DIY Resmikan Monumen Komodor Muda Udara Husein Sastranegara di Jogja


Oleh karena itu, ke depan BMR menegaskan komitmennya untuk tidak hanya jago kandang. Selain tetap aktif merespons kondisi kebencanaan di wilayah DIJ, mereka bertekad untuk terus mengawal laju PSIM di mana pun berada. Baik saat laga kandang maupun partai tandang yang menguras fisik.


Purna sendiri juga berharap ke depan BMR bisa memastikan setiap suporter yang datang mengawal PSIM bisa pulang ke pelukan keluarga dengan aman. Tak hanya itu, pihaknya juga ingin agar kelompoknya bisa selalu sigap menolong para suporter PSIM. 


"Kami ingin memastikan setiap suporter mendapatkan bantuan medis yang cepat jika terjadi situasi darurat," tandasnya. (ayu/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#PSIM Joga #bmr #SSA Bantul #relawan #panpel