BANTUL - Kunjungan wisatawan di Bantul saat libur Paskah turun dibanding tahun lalu. Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mencatat hanya ada 28.925 kunjungan pada 3-5 April. Sedangkan periode yang sama pada 2025, kunjungan mencapai 30.064 orang.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, dibanding hari biasa, kunjungan tetap mengalami kenaikan selama tiga hari itu. Tercatat pada 3 April, kunjungan wisatawan yang ke Bantul sebanyak 8.174. Pendapatan asli daerah (PAD) yang berhasil dikantongi mencapai Rp 118.203.000.
Kemudian pada 4 April, ada 9.341 pengunjung dengan PAD Rp 136.499.500. Terakhir pada 5 April sebanyak 11.320 kunjungan. “Dalam tiga hari PAD mencapai Rp 418.917.500,” bebernya Selasa (7/4).
Menurutnya, faktor utama penurunan terjadi karena rendahnya daya beli masyarakat. “Selain itu, untuk umat Kristen, libur Paskah tidak begitu berdampak untuk wisata karena kegiatan gereja yang berurutan,” ucapnya.
Meski demikian, ia mengatakan, destinasi favorit masih berada di Pantai Parangtritis. Untuk mengatasi menurunnya jumlah kunjungan wisatawan di Bantul Dispar Bantul melakukan promosi destinasi lewat YouTube, Instagram, dan media sosial lainnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bantul Arif Nugraha menyarankan, agar pengelola wisata bisa membangun kembali citra pelayanan yang ramah, empatik, dan memberikan kenyamanan bagi para wisatawan. Selain itu, Dispar Bantul juga diminta mengoptimalkan peran dalam menggali potensi wisata. Melalui penggalian ide dan gagasan inovatif yang lebih berorientasi pada pemenuhan daya tarik wisatawan.
“Pembenahan tata kelola dan manajemen pengelolaan wisata, baik menyangkut layanan kebersihan, keamanan, serta kenyamaan bagi wisatawan juga ditingkatkan,” sarannya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita