BANTUL - Mengantisipasi dampak kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul telah memetakan lokasi yang berpotensi terdampak.
Nantinya lokasi yang telah dipetakan akan diberikan sosialisasi dan droping air.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, lokasi yang rawan mengalami kekeringan berada di Dlingo, Imogiri, Pajangan, Piyungan, Pandak, dan Srandakan.
“Setelah kami mapping kami akan mengaktifkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan juga relawan kebakaran setempat mana kala terjadi kebakaran maupun kekeringan,” katanya Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Musim Kemarau 2026 Tiba, DIY Masih Diguyur Hujan Berikut Penjelasan BMKG!
Pihaknya juga akan bekerja sama dengan corporate sosial responsibility (CSR) dan perusahaan-perusahaan yang peduli terhadap dampak dari kekeringan, jika support dari pemerintah daerah (Pemda) dirasa tidak mencukupi.
Tanki droping air juga telah disiapkan untuk memberikan bantuan terhadap lokasi yang berpotensi mengalami kekeringan.
“Berapa liternya, droping air nantinya tergantung kebutuhan lokasi, kita hitung jumlah pemakai dan penduduknya,” katanya.
Lalu terkait dengan antisipasi kebakaran, BPBD Bantul telah menyiapkan tujuh mobil pemadam kebakaran berserta personel pemadam kebakaran yang disiagakan 24 jam.
Pihaknya juga bekerja sama dengan Tagana, Palang Merah Indonesia (PMI), dan relawan di masyarakat untuk mengantisipasi terjadi dampak dari kekeringan.
BPBD Bantul juga akan membuat Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada penemu dan lurah agar bisa mengadakan edukasi dan sosialisasi ke RT maupun komunitas di masyarakat terkait dengan antisipasi kebakaran pada musim kemarau.
“Kami juga akan berikan imbauan di media sosial kita,” imbuhnya. (cin)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja