Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, awal mula kejadian berawal saat satpam di lingkungan rumah tersebut sedang melaksanakan jaga. Ia melihat ada nyala api yang berada di sebelah utara tempatnya bekerja.
"Kemudian ia mengecek bahwa didapati rumah terbakar dan dalam keadaan sepi," jelasnya Minggu (29/3).
Baca Juga: Kapten PSIM Jogja Reva Adi Utama Ungkap Waktu Latihan Ideal: Pagi Terasa Nyaman, Sore Lebih Siap
Kemudian ia menghubungi korban melalui telepon. Saat kejadian korban beserta keluarga sedang bekerja di gudang Pabrik Tracak Kayu yang berada tidak jauh dari rumah korban.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkarmat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Kristanto Kurniawan mengatakan, warga setempat langsung menghubungi pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang sedang berkobar.
Sambil menunggu pemadam kebakaran datang, warga bergotong-royong memadamkan api dengan alat seadanya dan berupaya menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
"Dua unit pemadam kebakaran diterjunkan," terangnya.
Untungnya dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian yang dialami mencapai Rp 50 juta.
Kerugian yang dialami korban berupa asbes, pintu, jendela, lemari pakaian beserta isinya, kasur, kipas angin, mesin cuci, surat-surat (BPKB, Akta, Surat Tanah), perhiasan 10 gram beserta suratnya, uang sejumlah Rp 18 juta, TV, baja ringan, dan peralatan dapur yang terbakar.
"Yang terbakar rumah dua lantai, untuk sementara korban tinggal di tempat kerja suami," tuturnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Selain itu, selalu berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, FPRB, lembaga terkait dan jejaring relawan untuk meningkatkan kewaspadaan. (cin)