BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat dari Januari hingga pertengahan Maret terdapat kejadian kejadian kebakaran sebanyak 43 kasus.
Kabid Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan mengatakan, 43 kasus tersebut disebabkan karena korsleting listrik sebanyak 21 kasus, kelalaian 12 kasus, kebocoran gas delapan kasus, dan belum teridentifikasi dua kasus.
"Terbanyak di Kapanewon Banguntapan 12 kejadiannya karena kelalaian sebanyak enam kasus dan konsleting listrik enam kasus," jelasnya Selasa (17/3).
Mengantisipasi kejadian kebakaran, ia mengimbau kepada masyarakat agar memastikan kompor, tabung gas, dan peralatan listrik dalam kondisi baik serta digunakan sesuai aturan. Jangan meninggalkan kompor atau alat listrik menyala tanpa pengawasan.
Baca Juga: Enam Titik Talut Rusak di Aliran Sungai Kota Jogja Mendapat Perhatian Perbaikan, Ini Lokasinya!
Hindari membakar sampah sembarangan, terutama di dekat rumah, lahan kering, atau bahan mudah terbakar. Matikan aliran listrik dan kompor saat meninggalkan rumah dalam waktu lama. Sediakan alat pemadam sederhana seperti pasir, air, atau APAR di rumah atau tempat usaha.
"Segera laporkan kepada petugas atau warga sekitar jika melihat tanda-tanda kebakaran dengan menghubungi 112 bebas pulsa atau Telepon/WA Pusdalops BPBD Bantul 02746462100," pungkasnya. (cin)