BANTUL - Tim SAR Parangtritis akan menyiagakan 125 petugas saat libur Lebaran. Pengerahan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut di kawasan wisata Pantai Parangtritis yang biasanya ramai pengunjung saat libur panjang.
Koordinator SAR Parangtritis Arief Nugraha mengatakan, jika hari biasa, personel yang bertugas hanya sekitar 40 orang per regu. “Kalau harian biasa nggak masuk semua tergantung situasi dan kondisi. Kita bagi tiga regu,” jelasnya Selasa (17/3).
Ia menambahkan, pada hari biasa jumlah personel yang berjaga sekitar 40 orang. Namun saat libur Lebaran seluruh personel akan dikerahkan untuk meningkatkan pengawasan di kawasan pantai.
Menurut Arief, berbagai peralatan juga disiapkan untuk mengantisipasi kecelakaan laut. Mulai dari rambu peringatan, pelampung, hingga armada ambulans.
Untuk rambu peringatan, saat ini terdapat sekitar 10 rambu di kawasan pantai dengan tambahan sekitar empat rambu baru. Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi keberadaan arus balik laut atau rip current yang jumlahnya lebih dari 10 titik.
Arief menjelaskan, tinggi rendahnya gelombang bukan faktor utama yang menentukan aman tidaknya wisatawan saat bermain air di pantai. “Kalau mereka bermain air di rip current, mau gelombang tinggi atau rendah ya nggak aman,” katanya.
Dia menyebut, justru saat gelombang tinggi dorongan ombak biasanya mengarah ke utara sehingga relatif lebih aman dibandingkan jika wisatawan berada di area arus balik.
Dalam upaya penyelamatan, petugas SAR Parangtritis juga memanfaatkan papan selancar untuk melakukan pengejaran atau pertolongan kepada korban di laut.
“Lebih efisien pakai selancar. Kalau untuk pengejaran lebih enak pakai selancar,” jelasnya.
Saat ini, terdapat sekitar 12 papan selancar yang digunakan. Belum termasuk milik anggota SAR Parangtritis lainnya. Sebab sebagian besar anggota SAR Parangtritis juga telah memiliki kemampuan menggunakan papan selancar.
Meski demikian, Arief mengimbau agar wisatawan tetap selalu mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang. Serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita