BANTUL - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menggelar sosialisasi bertajuk “Selamatkan Pangan di Lansia Madania Potorono, Banguntapan, Bantul.
Kegiatan tersebut merupakan kerja sama dengan Hotel Harper Malioboro yang berkolaborasi dengan komunitas Berbagi Bites Jogja.
DPKP DIY sengaja menggandeng hotel untuk menyalurkan makanan siap santap.Ada sebanyak 47 lanjut usia (lansia) yang menerima makanan.
Selanjutnya, dinikmati saat berbuka puasa. Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi pemborosan pangan.
Sekaligus menyalurkan makanan berlebih kepada yang membutuhkan.
“Kegiatan ini patut diapresiasi apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan,” ujar Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari saat sosialisasi yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026).
Dikatakan, pemborosan pangan masih sering terjadi. Baik di hotel, katering, warung makan, maupun rumah tangga.
Ndari, sapaan akrabnya, mengingatkan, makanan yang dimaksud bukanlah sisa setelah dimakan. Tapi, makanan olahan yang masih dalam kondisi baik.
Layak konsumsi. Makanan tersebut sebaiknya dibagikan ke yayasan atau masyarakat yang membutuhkan.
“Jangan sampai kita menyia-nyiakan rezeki yang diberikan Tuhan YME,” tutur alumni Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) ini.
Setiap butir nasi memiliki nilai yang sangat berharga. Di baliknya terdapat kerja keras para petani.
Proses panjang dari menanam benih padi hingga menjadi beras.
“Seharusnya membuat masyarakat lebih menghargai pangan. Tidak membuangnya secara sia-sia,” pintanya.
Wakil rakyat yang tinggal di Pandak, Bantul, itu kembali mengingatkan, makanan yang masih layak konsumsi sebaiknya dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.
Terlebih Ramadan identik dengan semangat berbagi. “Ini bukan sekadar kegiatan berbagi makanan,tapi mengingatkan kita semua untuk lebih menghargai pangan,” jelasnya.
Melalui gerakan tersebut, Ndari berharap, masyarakat dapat membiasakan diri tidak boros pangan.
Menjadikan berbagi makanan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Jika terdapat makanan atau rezeki yang berlebih, masyarakat diharapkan dapat menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP DIY Yosephine Retno Astuti mengatakan, gerakan ini bertujuan menghubungkan pihak yang memiliki kelebihan pangan dengan mereka yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan makanan.
“Kebetulan dari badan pangan nasional juga sudah meminjamkan,” jelasnya.
Dijelaskan, makanan yang didistribusikan berasal dari hotel, katering, dan pelaku usaha pangan yang memiliki kelebihan produksi makanan yang masih layak konsumsi.
Makanan tersebut kemudian didonasikan kepada yayasan atau lembaga yang membutuhkan.
Yosephine menegaskan, makanan yang dibagikan bukanlah sisa makanan, melainkan makanan yang diolah dengan baik namun memiliki kelebihan produksi.
“Meski ini bantuan, kami sampaikan itu bukan sisa,” tuturnya.
Makanan siap santap yang dibagikan telah dikelola dengan baik. Diawasi keamanannya sehingga aman untuk didistribusikan kepada penerima manfaat.
Menurut dia, makanan tersebut merupakan bagian dari olahan yang diproduksi hotel atau pelaku usaha. Karena jumlahnya berlebih kemudian disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. (cin/kus)
Editor : Winda Atika Ira Puspita