Tujuannya untuk memastikan para kru angkutan wisata dalam keadaan sehat saat melayani para pemudik.
Kepala Dishub Bantul Singgih Riyadi mengatakan, jika para awak angkutan dalam kondisi sehat, segar, dan bugar maka keselamatan bagi para pemudik bisa terjamin.
"Target kita 80 peserta bekerja sama dengan BNNK dan dinkes Bantul," jelasnya saat ditemui di Terminal Palbapang Selasa (10/3).
Bukan hanya awak angkutan dan kenek yang diperiksa, tetapi pengemudi ojek online juga diajak menjalani pemeriksaan urin.
Sebab, kata dia, pengemudi ojek online mengemudikan motor sendiri dan apabila terpapar narkoba atau dalam kondisi kurang sehat sangat membahayakan keselamatan penumpang.
Tes urin ini telah dilaksanakan dua kali bersama BNNK dan Dinkes Bantul. Tahun kemarin, kata dia, tidak ditemukan adanya kru angkutan yang positif narkoba.
"Harapannya tidak ada temuan-temuan terjadi kasus penyalahgunaan obat-obat terlarang dan narkoba," harapnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah mengatakan, hasil tes urin bisa langsung diketahui. Dari hasil sementara sampai pukul 10.00, sudah terdapat 17 orang yang di tes urin. Ditemukan satu orang terindikasi positif morfin narkotika golongan II.
"Terindikasi positif morfin akan ditelaah lebih lanjut, karena ada obat dokter yang mengandung morfin," katanya.
Sebab, morfin biasanya digunakan untuk obat pereda ngeri berat dan digunakan untuk operasi luka berat.
Kru angkutan Kuwadi, 61, asal Kepanewon Sedayu salah satu peserta yang mengikuti cek kesehatan gratis mengatakan, dari tes kesehatan gratis yang diperiksa berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, pemeriksaan urin, konsultasi kesehatan, pemeriksaan darah, dan tensi.
"Hasilnya alhamdulillah baik," katanya. (cin)
Editor : Bahana.