BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mulai memetakan wilayah yang berpotensi mengalami penurunan debit air sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang. Pasalnya, pada April mendatang diperkirakan sudah memasuki periode kemarau.
"Kami juga akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dalam antisipasi bencana kekeringan," jelas Sekretaris BPBD Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo Senin (9/3).
Ia menyampaikan, berdasarkan informasi dari BMKG, tahun ini terdapat potensi kemarau panjang. Perkiraannya berlangsung pada April hingga Agustus sebagai puncak kemarau. Walaupun demikian, ia berharap kondisi cuaca ke depan dapat segera kembali normal sehingga para petani tetap bisa beraktivitas seperti biasa dan tidak mengganggu produksi pertanian.
Baca Juga: Antisipasi Kenakalan Remaja, Kalurahan Panggungharjo Lakukan Pemantauan Mercon tiap Minggu
Menurutnya, wilayah Kapanewon Dlingo selama ini kerap memiliki potensi kekeringan. Saat ini daerah tersebut telah mendapatkan bantuan sumur bor. "Tentunya itu diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan," katanya.
Ia menjelaskan, upaya antisipasi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui dropping air. Saat ini juga mulai dikembangkan sistem atau terobosan lain seperti pembangunan sumur bor. Pasalnya, sumur bor dinilai mampu menyuplai kebutuhan air masyarakat di wilayah setempat.
"Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Ia menambahkan, pengadaan sumur bor dapat dilakukan melalui kerja sama dengan BPBD, TNI, dinas terkait, maupun pihak lainnya, tergantung dari jalur pengadaannya. Saat ini pihaknya juga tengah mengupayakan penambahan sumur bor.
Selain itu, BPBD Bantul membuka peluang kerja sama dengan pihak Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu mengantisipasi dampak kekeringan bagi masyarakat.
"Kami juga terbuka kepada CSR yang ingin memberikan bantuan pengadaan sumur bor," katanya.
Salah satu contoh bantuan tersebut adalah pengadaan sumur bor oleh Korpri beberapa waktu lalu. Melalui bantuan semacam itu, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaatnya dan tidak mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau berlangsung. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita