BANTUL - Menu makan bergizi gratis (MBG) kembali dikeluhkan oleh wali murid. Kali ini di SD Pangudi Luhur ST Aloysius (PL) Sedayu. Video yang diunggah di akun Instagram @carolinelintangnew tersebut menyebut ikan bandeng presto dan tahu yang diberikan masih dalam kondisi mentah.
Saat dikonfirmasi, Caroline Lintang menyebut, menu tersebut diberikan pada Jumat (6/3) untuk jatah MBG hari Sabtu. Sebelumnya, menu untuk dua hari itu selalu diberikan oleh SPPG Argosari Sedayu. Namun biasanya dalam kondisi matang.
“Kalau menurut saya dikasih mentah begitu kurang pas, karena kalau cuma diproses di rumah nanti jadi tidak sesuai standar dari SOP produksi MBG,” bebernya saat dihubungi Radar Jogja Minggu (8/3).
Pekan sebelumnya, menu yang diberikan untuk hari libur berupa telur puyuh rebus, roti, kelengkeng, dan kacang telur. Semuanya masih layak konsumsi meski diberikan pada hari Jumat. “Sama anak saya (ikan dan tahu, Red) langsung dikasih utinya (nenek) karena dia nggak mau makan itu,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji menyebut, menu ikan bandeng presto hanya perlu dipanaskan kembali sebelum dikonsumsi. Begitu pula dengan tahu ungkep bumbu kuning. Jika tidak segera dikonsumsi, bisa disimpan di kulkas. "Itu matang, bisa langsung dimakan," katanya.
Ia bahkan merinci harga menu di hari Sabtu (7/3). Pada porsi kecil yakni roti pisang Rp 2.500, bandeng presto Rp 4.500, dua tahu ungkep Rp 1.000. Kandungan energinya mencapai 350,6 kkal, protein 20,8 gram, lemak 12,2 gram, karbohidrat 43,1 gram, dan serat 4,8 gram. “Sebenarnya kemarin sudah diperingatkan membuat menu nggak usah yang aneh-aneh walaupun dari aspek gizi masuk,” katanya.
Ia menyebut, baru SD PL Sedayu yang mendapatkan menu tersebut. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada SPPG di Bantul agar menu yang akan diberikan bisa dikomunikasikan dengan sekolah. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. “Yang masuk laporan baru sekolah itu,” tuturnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita