BANTUL – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bantul pada Selasa (24/2) malam memicu abrasi Sungai Oya hingga menyebabkan Musala Adzikri di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri ambrol.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amruddin mengatakan, letak musala di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri itu awalnya berjarak dua meter dari Sungai Oya.
Namun, semakin lama terjadi longsor, karena terus menerus tergerus aliran Sungai Oya saat hujan.
"Kami pastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini," katanya Kamis (26/2/2026).
Sebelum kejadian, BPBD telah memantau lokai sehari sebelumnya.
Jarak dengan sungai masih aman sekitar dua meter dari musala. Masyarakat pun sebelumnya juga bergotong royong menurunkan genteng dan atap untuk diamankan. Mengantisipasi terjadinya longsor.
"Memang penyebabnya Sungai Oya yang mengalami abrasi ke utara," ujarnya.
Ketinggian longsor diperkirakan mencapai dua sampai tiga meter, dengan lebar 100 meter.
Ia mengatakan, kejadian longsor tidak langsung terjadi dalam satu hari. Namun sejak November hingga sekarang hujan terjadi terus menerus, sehingga mengakibatkan tanah mudah abrasi.
Baca Juga: Link Live Streaming Persita Tangerang vs Dewa United Malam Ini Kamis 26 Februari 2026
Sementara itu, Lurah Sriharjo Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan, longsor terjadi saat warga salat Tarawih.
Saat itu, jemaah mendengar suara gemuruh, sehingga mereka langsung meninggalkan musala.
"Saat ini musala tidak bisa digunakan sebagai tempat Tarawih," jelasnya.
Baca Juga: Tambah Lima Armada Angkot 'Jempol', Wali Kota Magelang Kaji Opsi Angkot Gratis 24 Jam bagi Pelajar
Musala tersebut, kata dia, berukuran kecil dengan kapasitas sekitar 50-an jemaah. Nantinya jemaah salat Tarawih akan dialihkan ke Kedungmiri di sebelah barat.
"Jarak musala yang ambrol ke musala Kedungmiri sekitar 700 meter, jadi jemaah dipastikan bisa menjalankan ibadah dengan aman," terang dia.
Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian mendalam agar mengetahui kondisi tanah di lokasi kejadian.
Sebab, kondisi tanah di musala yang ambrol sama seperti kondisi tanah di jalan ke desa wisata Srikeminut yang terputus sebelumnya.
Ia mengatakan, di sekitar lokasi masjid yang ambrol terdapat lima kartu keluarga (KK).
Jika memang membahayakan, pihaknya akan melakukan evakuasi kepada lima KK tersebut.
"Yang jelas, lokasi itu juga tidak menjadi tempat bermain anak, sehingga aman," tuturnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan melaporkan ke pemerintah kalurahan setempat jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
"Kami juga sedang mempersiapkan surat tembusan ke Pemkab Bantul dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak terkait kejadian ini," imbuhnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita