BANTUL - Pasar Ramadan di Pasar Bantul diserbu warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
Sebanyak 40 pedagang memadati halaman pasar dengan aneka jajanan tradisional hingga kuliner kekinian, bahkan pengelola sempat menolak pedagang karena lapak sudah penuh.
Salah satu pengunjung Ratna Nur Hidayat, 31, warga Imogiri mengaku, sengaja datang jauh-jauh untuk membeli takjil di pasar tersebut.
Ia menyebut pilihan jajanan di pasar ini cukup lengkap dan menarik.
Aneka menu seperti jenang, kolak, jajanan pasar, dimsum, mochi, mille crepes, donat, gorengan, hingga aneka minuman tersedia di pasar musiman tersebut.
“Saya beli mille crepes, kebetulan anak saya suka, jadi beli ini,” katanya saat ditemui di Pasar Ramadan Rabu (25/2/2026).
Sementara itu, seorang pedagang jenang, Parniati, 42, mengatakan sudah tiga kali Ramadan berturut-turut berjualan di Pasar Bantul. Menurutnya, minat pembeli setiap harinya cukup baik.
“Pembelinya lumayan, satu hari habis 50-an porsi jenang,” ujarnya.
Ia menjual jenang dengan harga Rp 7 ribu per porsi dengan lima varian rasa. Biasanya, Parniati mulai membuka lapaknya sekitar pukul 14.30 dan menutup dagangannya saat azan Magrib berkumandang. Di luar bulan Ramadan, ia juga tetap berjualan.
“Kalau hari-hari biasa saya jualan nasi kuning setiap pagi hari di pasar lain,” tuturnya.
Terpisah, Staf Pasar Bantul Hajat mengatakan, jumlah pedagang yang ingin berjualan saat Ramadan mengalami peningkatan.
Bahkan, pihak pengelola sempat menolak beberapa pedagang karena keterbatasan tempat.
“Sempat nolak-nolak orang soalnya tempatnya juga kan udah habis, udah penuh, jadi kita tolak,” bebernya.
Ia menjelaskan, pengelola pasar memprioritaskan pedagang lama untuk berjualan di Pasar Ramadan.
Jika pedagang lama memilih tidak berjualan, barulah kesempatan dibuka bagi pedagang baru. Setiap pedagang mendapatkan lapak dengan lebar sekitar 1,5 meter.
“Kulinernya bebas terserah, mau es, makanan, tapi di sini mayoritas es,” jelasnya.
Pasar Ramadan di Pasar Bantul dibuka mulai pukul 14.00 hingga setelah waktu Magrib. Mayoritas pedagang yang berjualan berasal dari wilayah Bantul.
Pihaknya sempat mengajak para pedagang untuk menggunakan sistem pembayaran QRIS bekerja sama dengan BRI agar transaksi lebih praktis.
Namun, hanya sebagian kecil pedagang yang merespons, sehingga rencana tersebut belum terealisasi.
“Mungkin nggak mau ribet, kalau pakai QRIS kan agak ribet sedikit-lah untuk ngecek-ngecek, kan enakan yang pakai cash gitu,” katanya.
Pasar Ramadan ini rencananya akan berlangsung hingga Lebaran. Namun demikian, jika kondisi dagangan sepi, sebagian pedagang memilih berhenti berjualan lebih awal.
Biasanya, pada pertengahan bulan Ramadan jumlah pedagang mulai berkurang. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita