BANTUL - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul mengalami penurunan terutama pada golongan darah B. Penurunan dipengaruhi, karena pemintaan darah yang tinggi, sedangkan pendonor berkurang.
Staff IT Sistem Informasi Manajemen Donor Darah PMI Bantul Khoirudin menyebut, berkurangnya stok darah karena stigma masyarakat. Yakni tidak boleh mendonorkan darah saat puasa.
“Sedangkan fatwanya donor itu diperbolehkan, karena tidak membatalkan puasa,” jelasnya Jumat (20/2).
Fatwa MUI, lanjutnya, mengeluarkan darah bagi orang yang sedang menunaikan ibadah puasa tidak membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah orang yang sedang menjalankannya. “Jika ditinjau dari keutamaannya mendonorkan darah saat berpuasa merupakan amal saleh yang pahalanya lebih besar,” ucapnya.
Ia mengatakan, syarat donor darah berusia 17 sampai 60 tahun, sehat jasmani rohani, dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Sedangkan total stok darah di PMI Bantul Jumat (20/2) sebanyak 288 kantong. Terdiri dadi golongan darah A whole blood (WB) 10 kantong, packed red cells (PRC) 88 kantong, trombocyte concentrate (TC) 2 kantong, dan fresh frozen plasma (FFP) 18 kantong.
Golongan darah B mulai dari WB 0 kantong, PRC satu kantong, TC empat kantong, dan FPP Sembilan kantong. Golongan darah O terdiri dari WB 10 kantong, PRC 103 kantong, TC dan FPP tidak ada stok. Terakhir golongan darah AB terdiri dari WB lima stok, PRC 27 stok, TC tidak ada stok, dan FPP 11 stok. “Stok yang menurun golongan darah B saja, untuk stok lainnya masih aman,” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita