Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Penyimpangan, Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Satriya untuk KDMP

Cintia Yuliani • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:30 WIB
 
PERESMIAN: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meresmikan aplikasi KDMP yang dinamakan Satriya di Gedung di Gedung Induk Lantai Tiga Komplek Parasamya Kamis (19/2/2026).
PERESMIAN: Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meresmikan aplikasi KDMP yang dinamakan Satriya di Gedung di Gedung Induk Lantai Tiga Komplek Parasamya Kamis (19/2/2026).
 
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul melaunching aplikasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinamakan Satriya.
 
Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap KDMP di Bantul. 
 
“Agar KDMP akuntabel, karena ini duitnya orang banyak, maka harus kita antisipasi, harus akuntabel betul, transparan,” jelasnya saat launching aplikasi KDMP di Gedung Induk Lantai Tiga Komplek Parasamya Kamis (19/2/2026). 
 
Baca Juga: Tiga Warga Bantul Alami Luka aAkibat Hujan Deras dan Angin Kencang: 85 Titik TerdampaK Cuaca Ekstrem
 
Maka dari itu, Pemkab Bantul membuat aplikasi ini. Aplikasi Satriya, kata dia, akan terinstal di seluruh KDMP yang ada di Kabupaten Bantul.
 
Dengan adanya aplikasi ini, proses pendaftaran anggota hingga pembagian sisa hasil usaha (SHU) dapat tercatat secara menyeluruh.
 
Dengan demikian, perhitungan SHU menjadi lebih transparan dan dibagikan kepada para anggota sesuai dengan jasa atau kontribusinya masing-masing. 
 
“Jasa-jasa itu nanti akan terhitung di dalam aplikasi ini,” katanya. 
 
Baca Juga: Sebanyak 1.920 Warga Sakit Diusulkan Reaktivasi BPJS, Dari Total 34 Ribu yang Telah Dinonaktifkan
 
Halim membeberkan aktivitas belanja anggota dapat dipantau melalui aplikasi tersebut.
 
Semakin sering anggota berbelanja, semakin besar nilai jasa yang tercatat dan hal itu akan memengaruhi besaran SHU yang diterima, dibandingkan dengan anggota yang tidak pernah melakukan transaksi.
 
Ia menegaskan, ke depan KDMP tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga akan dikembangkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya para anggota yang berhak menerima SHU.
 
Baca Juga: Tradisi Gulai Kambing Sudah Ada sejak Masa Perjuangan KH Ahmad Dahlan, Kini Masih Lestari di Masjid Gedhe Kauman tiap Pekan
 
Adapun manfaat atau fitur utama dalam aplikasi ini meliputi manajemen anggota dan keanggotaan, pencatatan data anggota, saldo, kontribusi, serta status keanggotaan secara digital.
 
Selain itu, aplikasi ini juga terintegrasi dengan sistem simpan pinjam digital.
 
“Kemudian aplikasi Satriya juga memaparkan point of sales dari unit usaha digital, mulai dari toko, apotek, klinik, sembangko yang bisa dilihat lewat post modern dan pencatatan stok real time,” terangnya. 
 
Baca Juga: Sudah Berlaku! Dana Desa Condongcatur dari Rp 2,7 Miliar Kini Tinggal Rp 373 Juta, Pemkal Lakukan Strategi Ini
 
Selain itu, terdapat dashboard laporan keuangan dan analisa keuangan yang memudahkan pengurus melihat performa koperasi secara real time.
 
Aplikasi ini juga bisa terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi yang lain, dengan layanan pemerintah, misalnya sistem BPJS, OSS, dan lainnya. 
 
“Sehingga koperasi tak lagi terputus dari ekosistem digital nasional, dengan demikian nanti manfaatnya, pertama transparansi,” katanya. 
 
Baca Juga: Jalur Tol Prambanan-Purwomartani Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret untuk Keperluan Mudik Lebaran: Dishub Siapkan Rekayasa Lalin seperti saat Nataru
 
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang ekonomi Produktif dan Kreatif Usaha Koperasi Ambar Pertiningrum mengatakan, Sangat mengapresiasi adanya aplikasi KDMP ini. 
 
"Harapannya aplikasi Satriya bisa menjadi piloting dan motivasi untuk kabupaten kota yang lainnya juga," katanya. (cin)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Koperasi Desa Merah Putih #KDMP #aplikasi #launching #penyimpangan #Satriya #Pemkab Bantul