Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lebih Cepat dari Pelampung, SAR Parangtritis Andalkan Papan Surfing untuk Selamatkan Korban Laka Laut

Cintia Yuliani • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:45 WIB
 
Sekretaris SAR Parangtritis Rodhiva Wahyu
Sekretaris SAR Parangtritis Rodhiva Wahyu
 
BANTUL - SAR Parangtritis saat ini tengah fokus menggunakan alat papan surfing untuk menyelamatkan korban laka laut di Pantai Parangtritis hingga Depok. Hal ini lantaran papan surfing mempunyai kelebihan tiga kali lipat lebih cepat untuk berenang daripada menggunakan pelampung. Selain itu, papan surfing lebih ringan dan korban bisa dinaikkan ke atas papan surfing
 
“Bahkan satu papan surfing bisa digunakan untuk menyelamatkan tiga orang korban dalam kondisi sadar,” jelas Sekretaris SAR Parangtritis Rodhiva Wahyu Selasa (17/2). 
 
Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Kulon Progo Kritisi Kebijakan Agung Setyawan Yang Seakan Memancing Kontroversi, Bilang Begini!
 
Namun, jika korban dalam kondisi tidak sadar papan surfing hanya bisa digunakan untuk mengevakuasi satu korban. Ia membeberkan, personel SAR Parangtritis yang telah menguasai peralatan surfing sebanyak 15 sampai 20 orang. 
 
“Artinya sudah bisa kita katakan professional dalam mengguankan papan surfing,” katanya. 
 
Baca Juga: Akurasi dan Kemampuan Crossing Jadi Sorotan, Pemain Asing PSIM Jogja Yusaku Yamadera Siap Tambah Latihan
 
Sebab, beberapa di antara 20 personel tersebut adalah atlet surfing. Dia menambahkan, papan surfing juga telah dibagi ke setiap regu. Saat ini SAR Parangtritis memiliki tiga regu yang dibagi menjadi tiga kelompok. Dari pembagian tersebut, dibentuk tim khusus surfing yang disebut sebagai tim predator. 
 
“Pada saat ada laka laut, yang maju duluan itu orang-orang predator dari tim surfing, termasuk atlet-atlet tersebut,” katanya.
 
Ia menjelaskan, baik menggunakan pelampung maupun papan surfing, keduanya bergerak beriringan. Namun untuk mencapai titik tengah laut, papan surfing akan lebih dulu sampai karena kecepatan. 
 
Baca Juga: Pelatih Ansyari Lubis Sebut PSS Sleman Masih Punya Peluang Kembali Promosi ke Super League
 
Meski demikian, pelampung tetap menjadi alat pelindung diri (APD) yang wajib melekat pada setiap anggota.
 
“Jadi nanti pada saat tim surfing sudah memegang korban, tim yang menggunakan pelampung harus segera menyusul,” jelasnya.
 
Hal itu dikarenakan petugas yang menggunakan papan surfing biasanya tidak mengenakan pelampung, karena akan menyulitkan saat bermanuver di atas papan. 
 
Saat tiba di lokasi korban laka laut, korban akan dinaikkan ke atas papan surfing. Artinya petugas dari tengah membawa papan surfing itu berenang menarik korban tanpa pelampung. Fungsinya petugas yang menggunakan pelampung menarik korban yang sudah berada di atas papan surfing
 
"Kemudian petugasnya juga bisa naik di atas papan surfing tersebut,” pungkasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita
#SAR parangtritis #papan surfing #Surfing #Atlet #pantai parangtritis #laka laut