BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mendata ada 600 pohon rawan tumbang. Berada di sepanjang jalan nasional dari kawasan Janti hingga Gamping.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin mengatakan, seluruh pohon itu perlu dilakukan pemangkasan. Namun, sebanyak 200 di antaranya perlu penanganan serius. Yakni direkomendasikan untuk ditebang.
Hanya saja, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) terkait rencana penebangan tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan kalurahan, terutama berkaitan dengan penempatan potongan pohon hasil penebangan.
“Jadi sudah ada pembicaraan ke arah sana. Nanti semoga ada upaya untuk eksekusi setelah nanti data terkumpul semua,” jelasnya Kamis (12/2).
Sementara untuk jalan provinsi, BPBD Bantul masih berkoordinasi dengan DPUPESDM DIY guna memastikan titik-titik pohon yang berpotensi membahayakan.
Adapun di jalan kabupaten, BPBD Bantul telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah titik pohon yang mengalami kerapuhan atau berpotensi tumbang.
“Ini yang baru kita survei. Nanti kalau sudah ketemu, kami akan mematikan proses perabasannya,” katanya.
Mujahid menyebut, hampir seluruh ruas jalan kabupaten, provinsi, maupun jalan nasional di Bantul memiliki potensi membahayakan pengguna jalan. Mengingat saat ini memasuki musim hujan yang rawan pohon tumbang.
Dia membeberkan, pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan umumnya memiliki ketinggian lebih dari empat meter. Daun yang rimbun, posisi miring, serta kondisi akar dan batang yang lapuk sehingga rawan tumbang.
Mujahid juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan pohon yang membahayakan pengguna jalan maupun permukiman warga.
Laporan dapat disampaikan ke BPBD Bantul melalui nomor WhatsApp 02746462100. Selanjutnya petugas akan melakukan identifikasi dan penilaian di lapangan, serta penebangan apabila memungkinkan.
Dia berharap, masyarakat dapat mulai melakukan penilaian terhadap kondisi pohon di sekitarnya. Terutama yang berpotensi membahayakan rumah, penduduk, maupun pengguna jalan.
Apabila peralatan tidak tersedia, masyarakat dapat mengajukan permohonan bantuan ke BPBD Bantul. Sementara untuk pemangkasan ringan yang masih bisa dijangkau, masyarakat diharapkan dapat berinisiatif melakukan kerja bakti secara mandiri.
“Masing-masing kalurahan itu kan ada forum pengurangan risiko bencana (FPRB) itu nanti bisa dilibatkan,” tandasnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita