BANTUL - Pohon beringin berusia ratusan tahun di Masjid Gedhe Mataram Kotagede yang berada di Padukuhan Sayangan RT 1, Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan, kembali roboh Rabu (11/2/2026).
Kejadian tersebut disebabkan kondisi dahan yang sudah keropos serta adanya terpaan angin kencang.
Komandan TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mahardika Casco Sujatmiko mengatakan, pohon beringin yang tumbang, menimpa tempat penyewaan pakaian adat, satu sepeda motor, dan satu unit mobil.
Selain itu, panggung besi yang biasa digunakan untuk kegiatan arisan warga juga mengalami kerusakan.
“Estimasi kerugian mencapai Rp 35 juta,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.
Dia menjelaskan, laporan pohon tumbang diterima dari BPBD DIY.
Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan para relawan.
"Sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat, kurang lebih selama setengah jam," tuturnya.
Dia menyebut, kondisi pohon memang sudah rawan sebelum kejadian.
Sebab, sekitar 20 hari sebelumnya, akibat bencana hidrometeorologi, sebagian pohon sudah roboh.
Sisa batang pohon kemudian dalam posisi condong ke arah bangunan toko hingga akhirnya roboh saat diterpa angin.
Baca Juga: Genjot Pendapatan dan Akomodasi Para Pekerja, RSUD Sleman Kini Buka Layanan Poliklinik Sore
Terkait penanganan lanjutan, ia menyampaikan hasil asesmen akan dilaporkan kepada pimpinan, karena secara aset kepemilikan milik Ngarso dalem.
"Nanti biar pimpinan menyampaikan rekomendasi kami bahwasanya terkait pohon beringin membahayakan sudah kita identifikasi," ujarnya.
Adapun, dari hasil pengamatannya di lapangan, kondisi akar pohon sudah lapuk dan secara teknis memang sudah saatnya pohon tersebut dirobohkan.
Baca Juga: Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Tidak Boleh ada Permainan Harga Pangan Jelang Lebaran
Sementara itu, pemilik mobil yang tertimpa pohon Ekky Fitritiandi mengatakan, dirinya datang ke Masjid Kotagede untuk melakukan sesi foto prewedding.
Namun, ia tidak menyangka mobilnya justru tertimpa pohon.
“Awal mula diarahin juru parkirnya suruh parkir di dekat pohon beringin, terus pas kejadian saya lagi ganti kostum untuk foto prewed,” kata pria berusia 27 tahun itu.
Baca Juga: Subsidi Disetop, Lansia Sleman Kini Harus Mandiri untuk Sekolah dan Wisuda
Pria asal Kebumen tersebut menjelaskan, bagian mobil yang mengalami kerusakan, meliputi kaca depan, lampu depan, spion depan, serta bagian bodi yang penyok dan pintu depan samping kiri yang tidak bisa dikunci.
“Kemungkinan masih bisa dipakai,” bebernya.
Sementara itu, pemilik usaha penyewaan baju adat Esti Modiste mengatakan, sebelum kejadian ia mendengar suara angin kencang sekitar pukul 14.00.
Ia kemudian memutuskan keluar dari toko untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Ternyata pohonnya langsung roboh,” beber wanita berusia 56 tahun itu.
Pantauan Radar Jogja, banyak masyarakat yang menyaksikan evakuasi pohon beringin di halaman Masjid Gedhe Mataram tersebut. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita