BANTUL - Gempa Pacitan, Jawa Timur berkekuatan magnitudo 6,2 turut berdampak pada rusaknya sejumlah fasilitas publik di Kabupaten Bantul. Bahkan total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 1,3 miliar.
“Itu total semua. Baik fasilitas pemerintah, fasilitas publik, dan juga masyarakat,” beber Sekda Bantul Agus Budi Raharja saat ditemui Selasa (10/2).
Kini, berbagai fasilitas seperti sekolah yang terdampak gempa sudah bisa digunakan kembali. Begitu pun dengan rumah warga yang terdampak.
Hanya saja, sampai saat ini masih ada 11 orang yang dirawat inap. Sedangkan 31 orang lainnya, sudah bisa rawat jalan. “Korban tersebut tersebar di beberapa rumah sakit di Bantul. Untuk selanjutnya, dinas kesehatan akan melakukan pendataan terkait pembiayaan,” katanya.
Agus juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak hanya terhadap potensi gempa bumi, tetapi juga ancaman hidrometeorologi yang masih berlangsung. “Saat hujan dan angin, berteduh di bawah pohon besar sangat berisiko. Di jalan juga harus memperhatikan kondisi sekitar,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi dengan sejumlah pemerintah kalurahan. Apabila kerusakan dapat ditangani oleh pemerintah kalurahan melalui dana kebencanaan, maka penanganan akan diberdayakan di tingkat tersebut.
“Namun, pemerintah kabupaten akan mengkaji kemungkinan dikeluarkannya dana bantuan tak terduga,” ujarnya.
Lanjutnya, BPBD Bantul terus memberikan motivasi kepada masyarakat agar siap, tanggap, dan tangguh menghadapi bencana, mengingat Bantul merupakan wilayah dengan potensi bencana yang tinggi. “Masyarakat diminta tidak panik dan bersama-sama menghadapi kondisi ini,” sebutnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita