BANTUL - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul masih menerima aduan masyarakat terkait penipuan yang mengatasnamakan aktivasi identitas kependudukan digital (IKD).
Modus pelaku kian beragam, bahkan mampu mencatut nama petugas yang benar-benar ada untuk meyakinkan korban.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Bantul mengatakan, belum lama ini menerima laporan dari warga yang dihubungi oknum mengaku sebagai petugas disdukcapil.
Bahkan, pelaku disebut mampu menyebutkan nama petugas hingga atasan di lingkungan Disdukcapil Bantul, sehingga membuat masyarakat percaya.
“Sekarang pelaku tidak lagi acak, tapi sudah meyakinkan karena tahu nama petugas sampai atasannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, modus penipuan juga semakin beragam. Pernah terjadi pelaku melakukan panggilan video call dan mengaku sebagai petugas disdukcapil.
Pelaku bahkan menantang korban agar datang langsung ke kantor disdukcapil jika tidak percaya.
“Korban datang sampai ke loket, ditunggu petugasnya tidak ada. Lalu pelaku bilang sedang di toilet. Kami langsung sampaikan kepada warga agar tidak diteruskan, takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Dia menegaskan, petugas tidak pernah menghubungi masyarakat melalui panggilan video terkait aktivasi IKD.
Aktivasi IKD hanya dilakukan di kantor disdukcapil, kapanewon, dan kalurahan. Sementara kegiatan jemput bola dilakukan secara terjadwal dan menggunakan undangan resmi.
“Bahkan undangan pun ada yang dipalsukan. Artinya, mereka tahu cara kerja kami,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak meneruskan komunikasi apabila menemukan hal mencurigakan dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang mengaku sebagai petugas.
Menurutnya, menerima telepon masih diperbolehkan selama tidak memberikan data apa pun.
Instansi ini secara rutin memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial, agar tidak memberikan dokumen kependudukan kepada orang asing.
Pemberian dokumen kependudukan, kata dia, harus dipastikan untuk kepentingan tertentu dan dilakukan secara aman.
“Kalau ada hal mencurigakan, masyarakat bisa menghubungi layanan kami. Kami juga menyediakan layanan aduan,” imbuhnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita