BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat baru ada 29 tsunami early warning system (TEWS) yang tersebar di Bumi Projotamansari. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari ideal.
Koordinator Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, jumlah ideal TEWS di Bantul seharusnya bisa mencapai 50 TEWS. “Padahal di Bantul ada 13 kilometer panjang pesisir, seharusnya idealnya ada lebih dari 50 TEWS," jelasnya Rabu (4/2).
TEWS di Bantul, lanjutnya, 20 unit berada di wilayah pesisir pantai selatan (pansela) Bantul. Sedangkan sisanya terintegrasi dengan sound system publik seperti di masjid dan sekolah. Salah satunya berada di SMPN 2 Kretek. “Karena fungsinya memberikan warning ke masyarakat, jadi kami memilih lokasi berada di tempat yang tidak jauh dari kerumunan orang,” katanya.
Sementara di kawasan wisata, TEWS terintegrasi dengan sound system pengumuman ada di Pantai Parangtritis. Untuk memastikan TEWS berfungsi dengan baik, pihaknya rutin melakukan uji coba untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami rutin uji coba TEWS di tanggal 26, jam 10 siang setiap bulannya,” tuturnya.
Saat ini, BPBD terus melakukan upaya pengajuan penambahan TEWS setiap tahunnya. Pihaknya aktif mengajukan melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Bantul. Selain itu, pengajuan lewat provinsi maupun purat ditempuh.
"Kemarin sudah ada pembahasan dengan provinsi untuk penambahan TEWS ini, baru di susun proses pengajuan," katanya.
Terpisah, Staf Pengelola Data dan Informasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul Budianta mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeliharaan TEWS agar berfungsi dengan baik. "Kita ganti spaerpart yang rusak, seperti horn, antena, kabel atau baut yang korosi," rincinya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita