BANTUL - Sampah rumah tangga masih banyak ditemukan di depo sampah Pasar Bantul. Kondisi tersebut turut memengaruhi kapasitas depo hingga mengalami kelebihan muatan.
Petugas kebersihan Pasar Bantul Agung mengatakan, pihaknya kerap memberikan teguran kepada pembeli maupun masyarakat yang masih membuang sampah rumah tangga ke tempat sampah maupun depo di Pasar Bantul. Bahkan, dia pernah berjaga di depo sampah pada dini hari agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah rumah tangga di lokasi tersebut.
“Sempat efektif, tapi selang dua minggu ada lagi yang buang sampah rumah tangga ke sini,” keluhnya Minggu (1/2).
Agung mengaku, sebenarnya memahami alasan sebagian masyarakat masih membuang sampah rumah tangga ke Pasar Bantul. Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu faktor. Sementara membuang sampah ke sungai juga tidak diperbolehkan. “Walaupun begitu, depo di sini kan khusus untuk sampah pasar,” tuturnya.
Dia menyebut, pelaku pembuangan sampah rumah tangga biasanya beraksi pada dini hari, sekitar pukul 03.00 hingga 05.00. “Kita mau mengendalikan bagaimana, karena mereka buangnya jam segitu,” katanya.
Selain depo, sampah rumah tangga tersebut dibuang di tempat sampah yang berada di dalam area pasar. Bahkan, Agung mengaku pernah menegur hingga lima orang dalam satu hari karena kedapatan membuang sampah rumah tangga di Pasar Bantul. “Kalau ditambah sampah rumah tangga, jadinya overload, tidak terkontrol, dan kita yang disalahkan,” lontarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, terdapat 52,54 ton sampah dalam satu kali angkut dari 27 pasar di Bantul. “Seminggu tiga kali diangkut ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) dan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R),” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita