Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seluruh Balita Bakal Ditimbang lewat Gerakan Serentak Penimbangan Balita, Upaya Dinkes Bantul Turunkan Angka Stunting

Cintia Yuliani • Minggu, 1 Februari 2026 | 18:00 WIB
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Abedgeno Dani Nugroho
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Abedgeno Dani Nugroho

BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat angka stunting di wilayahnya dalam tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Meski demikian, upaya pencegahan dan penanganan tetap digencarkan. Salah satunya melalui gerakan serentak penimbangan balita di seluruh Kabupaten Bantul.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul Abedgeno Dani Nugroho menjelaskan, gerakan serentak penimbangan balita akan dilaksanakan antara bulan Februari dan Maret. Dinkes Bantul juga telah berkoordinasi dengan sekretariat daerah terkait pelaksanaan program tersebut. “Gerakan serentak ini harapannya semua balita bisa ditimbang,” ujarnya Minggu (1/2).

Nantinya, program ini akan mengajak orang tua dengan anak balita untuk datang ke Posyandu. Tujuannya untuk memastikan kecukupan gizi anak. Sebab lewat penimbangan rutin ini, ibu dapat mengetahui jadwal makan tepat dan menu yang sesuai. Serta keseimbangan komposisi gizi anak, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, hingga zat gizi lainnya. Selain itu, waktu pemberian makan juga menjadi perhatian. Sebab, apabila anak mengalami keterlambatan asupan gizi, penanganannya akan menjadi lebih sulit.

Selain gerakan penimbangan, Dinkes Bantul juga memiliki inovasi lain untuk menurunkan angka stunting, yakni community funding center (CFC). Program ini berangkat dari kebiasaan sebagian ibu yang menyuapi anak dengan cara mengalihkan perhatian. Seperti mengajak bermain atau melihat kereta.

“Sekarang kita punya komunitas. Ibu-ibu dikumpulkan di satu tempat, ibunya diberi edukasi, anaknya diberi mainan dan makanan tambahan. Makannya harus habis di tempat itu,” jelasnya.

Program CFC telah dipelopori di Kapanewon Imogiri. Ke depan, Dinkes Bantul berharap seluruh kalurahan memiliki CFC dengan suasana yang nyaman. Sehingga anak bisa makan bersama dan ibu mendapatkan edukasi secara bersamaan.

Dia berharap, penanganan stunting dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan Dinkes saja, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder, pamong desa, dan terutama kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak ke Posyandu.

“Orang tua punya peran besar. Kesadaran membawa anak ke Posyandu untuk ditimbang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Gizi, Kesehatan Keluarga, dan Kesehatan Jiwa Dinkes Bantul Siti Marlina mengatakan, tercatat pada 2023 sebanyak 2.863 balita mengalami stunting. Angka tersebut naik pada 2024 sebanyak 3.417 balita. Sedangkan tahun lalu tercatat mencapai 3.673 balita.

Dia menyebut, naiknya kasus stunting karena faktor berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan lahir rendah (PBLR) pada 2023 dan 2024. "BBLR dan PBLR ini menjadi faktor risiko terjadinya stunting," katanya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#orang tua #dinkes bantul #Stunting #Bantul #penimbangan balita #posyandu #gizi #Dinas Kesehatan (Dinkes) #balita