Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah di Depo Pasar Bantul Overload, selama Tiga Minggu Terakhir Baru Diangkut Dua Kali

Cintia Yuliani • Selasa, 27 Januari 2026 | 19:45 WIB

MENGGUNUNG: Kondisi sampah di samping depo sampah Pasar Bantul yang masih menumpuk Selasa (27/1).
MENGGUNUNG: Kondisi sampah di samping depo sampah Pasar Bantul yang masih menumpuk Selasa (27/1).
 

BANTUL - Sampah di depo Pasar Bantul kembali menumpuk. Hal ini karena pengangkutan yang dijadwalkan dua kali dalam seminggu tak terealisasi. Bahkan selama tiga minggu terakhir, sampah hanya diangkut dua kali.

“Biasanya dua kali dalam seminggu truk datang ke sini. Ini baru datang dua kali dalam satu bulan ini,” beber petugas kebersihan Pasar Bantul Agung saat ditemui di depo Selasa (27/1).

Tumpukan sampah ini bahkan sudah meluber di sisi depo. Membuat jalan di sekitar licin karena cairan sampah.

Padahal, kapasitas depo ini mampu menampung hingga 20 ton sampah. Namun saat ini, volume sampah yang sudah overload ditaksir mencapai 25 ton. Dampaknya, banyak lalat dan timbul bau tak sedap. Membuat lima pedagang terdampak, dan pengunjung di warung makan merasa tidak nyaman.

“Di sini notabene dagangan ayam dan makanan, kalau disandingkan sama sampah bisa ngaruh ke penjualan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Sokinem adalah salah satu penjual soto dan bakso kiosnya tidak jauh dari depo sampah. Dia mengaku, penjualannya berkurang karena bau sampah tercium sampai warungnya. “Orang mau makan baunya sampai sini. Tapi mau gimana lagi, petugasnya belum mau ngangkut,” keluhnya. 

Namun, dia mengaku masih tetap ada pelanggan setia. Sebab, warungnya sudah berdiri sejak 1980-an silam.

“Tapi pelanggan baru, biasanya kalau udah duduk pergi lagi. Katanya kebauan,” jelas wanita 56 tahun ini. 

Penerus generasi kedua usaha warung makan Bakso Ojo Dumeh tersebut pun berharap, sampah yang ada di Pasar Bantul segera diangkut. Sehingga lingkungan pasar terlihat bersih dan nyaman untuk pengunjung.

“Kalau pembeli lewat kan ngga enak, kebauan,” lontarnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, kelancaran teknis pengolahan sampah di Bantul dalam praktiknya dimungkinkan adanya jadwal kesepakatan bersama antara petugas Pasar dengan petugas DLH Bantul. "Tapi setiap minggu seharusnya ada pengangkutan sampah," sebutnya.

 

Terkait dengan jadwal pengangkutan sampah di depo Pasar Bantul yang sempat terhenti, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu. "Segera kita kordinasikan untuk penjadwalan pengambilan sampah Pasar Bantul," ucapnya. (cin/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#depo sampah #Dinas Lingkungan Hidup (DLH) #pasar bantul #DEPO #Bantul #Sampah #DLH Bantul #overload