BANTUL - Pembangunan Taman Budaya Bantul direncanakan mulai masuk tahap pertama pada 2026. Proses lelang direncanakan berlangsung pada akhir Januari tahun ini, sementara pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai pada Maret mendatang. Pembangunannya akan dilaksanakan dalam tiga tahap.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul Yanatun Yunadiana mengatakan, pada tahap pertama akan difokuskan pada pematangan lahan. Mengingat kondisi lokasi yang berupa jurang dan perbukitan.
“Kemudian untuk akses jalan kita bangun kantor pos satpam dan UKM,” jelasnya saat ditemui usai Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul Rabu (21/1).
Dia menyebut, pembangunan Taman Budaya Bantul ditarget rampung pada tahap ketiga atau sekitar tiga tahun pengerjaan. Namun, menurutnya, hal tersebut juga bergantung pada alokasi dana keistimewaan (danais) yang diberikan oleh Paniradya Kaistimewan.
Konsep Taman Budaya Bantul yang berlokasi di Kamijoro, Sendangsari, Pajangan nantinya akan menggabungkan unsur budaya dan pariwisata. Seluruh event budaya direncanakan akan dipusatkan di kawasan tersebut.
“Letaknya kan strategis di gunung, sehingga nanti selain bisa sebagai taman budaya juga sebagai tempat wisata,” bebernya.
Pemilihan lokasi di Pajangan dengan luas sekitar lima hektare dilakukan sebagai upaya pemerataan. Agar pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan Jalan Parangtritis atau Jalan Bantul.
“Karena di Pajangan akan dibangun UIN juga, nanti harapannya budaya di sana lebih berkembang dan luas lagi,” katanya.
Dia berharap, keberadaan Taman Budaya Bantul dapat mendorong penyelenggaraan event budaya dalam skala yang lebih besar dan terpusat di satu lokasi. Dengan tempat yang strategis dan representatif, masyarakat dapat mengekspresikan budaya melalui galeri museum maupun kios UKM. Dengan demikian, tidak hanya kesenian, tetapi juga seni rupa dan produk budaya dapat semakin terekspos.
Adapun fasilitas yang akan dibangun di Taman Budaya Bantul meliputi gapura, kios UKM dan pasar seni, musala, landmark, pendapa, gedung pertunjukan tertutup atau studio, sanggar budaya anak, galeri, area pertunjukan terbuka, serta kios suvenir.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho menyebutkan, anggaran tahap pertama pembangunan Taman Budaya Bantul sebesar Rp 20,73 miliar. “Menggunakan danais,” katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita