Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengerjaan Jalan Kelok 23 Sudah Capai 89 Persen, Tinggal Bangun Jembatan dan Pengaspalan

Cintia Yuliani • Rabu, 21 Januari 2026 | 20:00 WIB

 

HAMPIR RAMPUNG: Petugas saat meninjau pembangunan Kelok 18 (Luk Wolulas) atau yang kini lebih dikenal dengan Jalan Kelok 23 di Parangtritis, Kretek Rabu (21/1).
HAMPIR RAMPUNG: Petugas saat meninjau pembangunan Kelok 18 (Luk Wolulas) atau yang kini lebih dikenal dengan Jalan Kelok 23 di Parangtritis, Kretek Rabu (21/1).

BANTUL - Pembangunan Kelok 18 (Luk Wolulas) atau yang kini lebih dikenal dengan Jalan Kelok 23 hampir rampung. Jalur yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Gunungkidul ini menyisakan 11 persen pekerjaan yang belum selesai. Berupa pembangunan jembatan sepanjang 40 meter, pengaspalan di wilayah Gunungkidul sepanjang 1.900 meter, serta pekerjaan bore pile.

"Pekerjaan yang belum selesai Insyaa Allah akan kita selesaikan Juli," jelas Koordinator Lapangan PPK 1.2 Satker DIY Sukiswandi saat meninjau progres pembangunan Jalan Kelok 23 Rabu (21/1).

Dengan catatan, lanjutnya, apabila girder (balok) besar konstruksi jembatan yang dipesan dari Surabaya segera tiba. Namun, jika kedatangan girder mengalami keterlambatan, maka proyek jalan yang mulai dikerjakan sejak 9 November 2023 tersebut diperkirakan baru selesai pada Agustus. 

Saat ini, jalan yang menelan anggaran Rp 341 miliar tersebut sebenarnya sudah dapat dilalui. Namun belum difungsikan secara resmi karena masih rawan aktivitas alat-alat berat yang keluar masuk area proyek.

"Masih banyak tebing-tebing yang perlu diamankan dan banyak bagian yang belum kita pasang," tuturnya.

Meski demikian, dalam kondisi darurat atau untuk kepentingan tertentu, masyarakat diperbolehkan melintasi jalan tersebut. Baik dari Bantul ke Gunungkidul dan sebaliknya.

Terkait dampak ekonomi di sekitar Kelok 23, Sukiswandi menyebut dinas pariwisata telah mengincar 11 titik yang akan dikembangkan. "Termasuk Gua Jepang akan difungsikan sebagai wisata," tuturnya.

Dia berharap, setelah Jalan Kelok 23 resmi difungsikan, masyarakat semakin banyak berkunjung ke kawasan tersebut. Selain itu, saat ini juga mulai terlihat adanya minat investasi, dengan sejumlah pihak membeli lahan di sekitar wilayah tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Koeswanto yang ikut hadir melakukan pengecekan. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan memastikan pembangunan tidak melanggar ketentuan yang berlaku. 

 

"Berkaitan dengan pembangunan Kretek Giri Jati (kelok 23, Red) tentu saja kita beban moral kepada masyarakat karena dampak pembangunan mesti ada juga dampak masyarakat," tuturnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kabupaten bantul #Gunungkidul #Luk Wolulas #kelok 18 #bore pile #DIY #Jalan Kelok 23 #pengaspalan #girder #pembangunan jembatan