BANTUL - Intensitas hujan yang tinggi Sabtu (17/1) sore turut mengakibatkan satu pohon tumbang, satu titik banjir, dan empat longsor di Bantul. Satu pohon tumbang tercatat di Gilangharjo, Pandak. Sementara banjir di area permukiman Panggungharjo, Sewon.
Khusus longsor, tersebar di empat titik. Satu titik ada di Wirokerten, Banguntapan; dua titik di Muntuk, Dlingo; dan satu titik di Sriharjo, Imogiri. "Estimasi kerugian tercatat Rp 5 juta," beber Staf Pusdalops BPBD Bantul Yoga Bajrah Minggu (18/1).
Sementara Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan, peristiwa banjir terjadi pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 17.40. Banjir dipicu meluapnya Sungai Winongo akibat peningkatan debit air. Merendam kawasan permukiman warga di RT 1 dan RT 2 Padukuhan Jaranan, Panggungharjo, Sewon.
Menurutnya, air sempat masuk ke rumah warga. Namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. “RT 1 ada dua keluarga dengan total lima orang yang sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat" rincinya Minggu (18/1).
Sedangkan di RT 2, banjir berdampak pada tujuh rumah warga. Laporan terkait kejadian tersebut diterima BPBD Bantul sekitar satu jam setelah banjir terjadi. Petugas kemudian segera melakukan asesmen lapangan pada pukul 18.40.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Bantul serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Panggungharjo. “Secara bertahap genangan air sudah surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal,” jelasnya.
Selain banjir, hujan deras yang disertai angin kencang juga menyebabkan sebuah pohon tumbang di kawasan Gunung Tambalan, Gilangharjo, Pandak. Pohon tersebut sempat menutup akses jalan kampung dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Antoni menjelaskan, pohon tumbang diduga karena kondisi perakaran yang sudah rapuh sehingga tidak mampu menahan terpaan angin dan hujan lebat. Proses penanganan dilakukan secara gotong royong bersama warga setempat.
“Pohon yang tumbang sudah berhasil dievakuasi sehingga akses jalan kampung kembali normal,” ungkapnya.
Sementara itu, tanggul sepanjang 20 meter dengan tinggi 7 meter di Padukuhan Seropan 1, RT 5, Muntuk, Dlingo longsor. “Membahayakan satu rumah, jaraknya tiga meter dari lokasi," katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita