BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsistan) kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) berupa 10 unit traktor roda empat, enam unit traktor roda dua, dan satu unit combine harvester.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, bantuan tersebut melengkapi 201 unit alsintan yang telah disalurkan kepada para petani sepanjang 2025 yang bersumber dari APBN, APBD DIY, dan APBD Bantul.
Baca Juga: Bikin Heboh, DLH Jelaskan Getah Merah di Pohon Randu Alas Borobudur Getah Alami, Bukan Darah
“Dengan adanya bantuan alsintan ini kinerja sektor pertanian diharapkan semakin meningkat” jelasnya saat ditemui di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Senin (12/1).
Di akhir 2025, lanjutnya, luas tanam di Bantul sudah meningkat menjadi 34 ribu hektare. "Sementara luas panen meningkat menjadi 31 ribu hektare,” katanya.
Produksi gabah kering panen juga mengalami peningkatan menjadi 199 ribu ton gabah kering giling (GKG). Seluruh indikator, kata dia, menunjukkan peningkatan, baik luas lahan, luas tanam, maupun volume produksi.
Ia mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari hasil mekanisasi pertanian yang di dorong melalui pemanfaatan alat mesin pertanian.
“Tanpa mekanisasi, upaya peningkatan kinerja sektor pertanian akan sangat berat dan sulit untuk dicapai,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan, bantuan combine harvester diperuntukan bagi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) di wilayah Argomulyo yang berbatasan dengan Srandakan.
“Karena wilayah tersebut tergolong rawan hama tikus,” katanya.
Ia berpesan kepada gapoktan yang mendapatkan bantuan agar bisa memanfaatkan bantuan sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai bantuan kelompok justru menjadi masalah akibat penyalahgunaan atau kelalaian.
“Jika tidak digunakan sesuai aturan dan perjanjian, bantuan dapat ditarik kembali,” tuturnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita