Masih Ada Bantuan Tidak Diterima oleh Penerima Manfaat, Dinsos Bantul Perketat Pengawasan Penyaluran Bansos
Cintia Yuliani• Senin, 12 Januari 2026 | 22:00 WIB
Kepala Dinas Sosial Bantul Sukrisna Dwi Susanta
BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menegaskan sikap tegas terhadap potensi penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Komitmen tersebut ditegaskan untuk memastikan seluruh program bantuan berjalan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Kepala Dinas Sosial Bantul Sukrisna Dwi Susanta mengungkapkan, masih ditemukan sejumlah kasus di lapangan. Seperti bantuan yang seharusnya diterima lansia justru dimanfaatkan oleh anggota keluarga lain.
“Beberapa kali ada temuan bantuan atas nama lansia, tetapi yang mengambil justru cucu atau keluarganya melalui rekening tertentu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Senin (12/1).
Menurut Sukrisna, untuk bantuan dalam skala besar, setiap perubahan data penerima langsung diproses melalui sistem resmi. Salah satunya pada program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang secara otomatis menyesuaikan data penerima.
Ia menyebutkan, pengawasan dilakukan melalui verifikasi rutin, asesmen langsung ke keluarga penerima manfaat, serta penerapan sanksi berupa penghentian bantuan bila ditemukan pelanggaran.
“Bantuan boleh dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi penerima, tapi kalau ada penyalahgunaan, tetap harus dihentikan. Saya sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat,” katanya.
Sukrisna menambahkan, integritas menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan sosial. Seluruh program tetap berjalan sesuai regulasi dengan sistem pengawasan yang ketat.
“Pengawasan ini penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” imbuhnya.
Ia menilai, sistem tersebut tidak hanya menjaga akuntabilitas keuangan negara, tetapi juga memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat benar-benar terbantu.
“Tujuannya agar bantuan disalurkan secara transparan, tepat guna, dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantul,” pungkasnya.
Dengan langkah tersebut, dia berharap risiko penyalahgunaan dapat ditekan dan program sosial mampu memberikan dampak nyata bagi warga. (cin)